Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Waspada Potensi Tanah Longsor Di DKI Jakarta, BPBD Imbau Masyarakat Antisipasi
Rabu, 9 April 2025 14:18 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan mengenai potensi tanah longsor di beberapa wilayah di Jakarta selama bulan April 2025. Peringatan ini berdasarkan prakiraan curah hujan yang lebih tinggi dari biasanya dan hasil analisis peta kerentanan gerakan tanah yang disusun bersama dengan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika).
Menurut informasi yang diterima dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), sejumlah wilayah di DKI Jakarta masuk dalam zona kerentanan gerakan tanah dengan tingkat kerawanan menengah dan tinggi. Wilayah dengan potensi tanah longsor di zona menengah meliputi Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.
Daerah Jakarta Selatan yang teridentifikasi berada dalam zona menengah potensi gerakan tanah meliputi kecamatan Cilandak, Jagakarsa, Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Mampang Prapatan, Pancoran, Pasar Minggu, dan Pesanggrahan. Sementara itu, Jakarta Timur juga termasuk dalam zona menengah dengan wilayah yang berisiko meliputi Kramatjati dan Pasar Rebo.
"Pada Zona Menengah dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama pada daerah yang berbatasan dengan lembah sungai, gawir, tebing jalan, atau jika lereng mengalami gangguan," ujar Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta Mohammad Yohan saat dihubungi RM.id, Rabu (9/4/2025).
Baca juga : Pendatang Baru Di Jakarta Diimbau Mandiri Lapor Diri Ke Dukcapil
Lebih lanjut, BPBD DKI Jakarta juga menyebutkan bahwa di beberapa wilayah yang masuk dalam Zona Tinggi, tanah longsor yang telah terjadi sebelumnya dapat kembali aktif. Oleh karena itu, masyarakat yang tinggal di area rawan tanah longsor harus tetap waspada, terutama ketika curah hujan tinggi.
Sebagai bentuk antisipasi, BPBD DKI Jakarta mengimbau kepada Lurah, Camat, dan masyarakat untuk tetap mengawasi kondisi sekitar dan segera melapor jika ada tanda-tanda pergerakan tanah.
Beberapa langkah yang perlu diambil untuk mengurangi risiko longsor antara lain menghindari aktivitas di dekat tebing atau lereng curam saat hujan deras, memastikan bangunan memiliki fondasi yang kuat, dan selalu memantau prakiraan cuaca yang dirilis oleh BPBD atau BMKG.
"Masyarakat diimbau untuk menyiapkan tas siaga bencana, pantau informasi dari BPBD Jakarta atau BMKG terkait prakiraan cuaca dan peringatan dini potensi longsor," tambahnya.
Baca juga : One Way Nasional Ditutup, Menhub Imbau Masyarakat Balik Lebih Awal
Selain itu, warga juga diminta untuk segera menjauh dari lokasi apabila mulai terlihat tanda-tanda pergerakan tanah atau longsor.
"Jika tanda-tanda longsor semakin jelas atau sudah terjadi pergerakan tanah, segera menjauh dari area tersebut dan menuju tempat yang lebih aman," ujar Yohan.
BPBD juga mengingatkan, agar masyarakat tidak kembali ke lokasi yang terdampak longsor sebelum dinyatakan aman oleh pihak berwenang. Jika terjadi keadaan darurat, masyarakat diminta untuk segera menghubungi call center Jakarta Siaga di nomor 112.
Beberapa langkah konkret untuk mengantisipasi potensi tanah longsor antara lain:
• Hindari aktivitas di dekat tebing atau lereng curam selama hujan deras.
• Pastikan rumah memiliki fondasi yang kuat jika berada di area miring atau dekat lereng.
• Siapkan tas Siaga Bencana dengan barang-barang penting.
• Pantau informasi cuaca dan peringatan dari BPBD Jakarta dan BMKG.
• Segera laporkan ke RT/RW atau BPBD jika ada tanda-tanda pergerakan tanah.
• Jika tanah bergerak atau longsor terjadi, segera menjauh dan menuju tempat yang lebih aman.
• Jangan kembali ke lokasi sebelum dinyatakan aman oleh pihak berwenang.
Baca juga : Nyepi, Kemenhub Imbau Masyarakat Antisipasi Penutupan Transportasi di Bali
Dengan langkah-langkah ini, masyarakat di Jakarta dapat mengurangi risiko dan dampak dari bencana tanah longsor.
"Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, masyarakat dapat meminimalkan risiko dan dampak dari bencana tanah longsor," jelas Yohan.
Sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana, BPBD DKI Jakarta terus memantau situasi dan memberikan informasi terkini terkait kondisi cuaca dan peringatan bencana. Masyarakat diminta untuk selalu waspada dan siap menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya