Dark/Light Mode

Pelabuhan Priok Macet Parah, KSOP: Akibat Lonjakan Truk Jelang Libur Panjang

Jumat, 18 April 2025 19:34 WIB
Petugas Dishub mengatur lalu lintas truk yang terjebak macet. (Foto: RM.ID/Dwi Pambudo)
Petugas Dishub mengatur lalu lintas truk yang terjebak macet. (Foto: RM.ID/Dwi Pambudo)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kemacetan parah melanda kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, sejak Rabu malam (16/4/2025). Kepala KSOP Utama Tanjung Priok M Takwim Masuku menyebut pemicu utama kemacetan adalah lonjakan aktivitas bongkar muat menjelang libur panjang 18–20 April 2025. Ribuan truk memadati jalur masuk, membuat arus lalu lintas tersendat hingga ke luar area pelabuhan.

Takwim menjelaskan, tiga kapal besar bersandar di terminal NPCT1 dengan volume bongkar muat tembus 4.000 TEUs—nyaris dua kali lipat dari rata-rata harian yang hanya 2.000–2.500 TEUs. “Itu sebabnya terjadi kemacetan cukup panjang. Sistem di common gate dan NPCT1 sebenarnya normal, tapi volume kendaraan luar biasa,” kata Takwim, dalam keterangan tertulis, Jumat (18/4/2025).

Untuk mengatasi kepadatan, KSOP melakukan sejumlah langkah cepat. Kendaraan yang hendak menuju NPCT1 dialihkan ke dalam area pelabuhan agar bisa diurai. Sementara dari arah Ancol, truk-truk diarahkan ke buffer area di Inggom sambil menunggu situasi membaik.

Baca juga : Tanjung Priok Macet Total, Truk Petikemas Masuk Lebih 4.000, Ini Penyebabnya

"Kami terus berkoordinasi dengan Polres Pelabuhan Tanjung Priok dan Pelindo untuk mengurai kemacetan. Semuanya bergerak cepat agar lalu lintas kembali normal," jelas Takwim.

Hal senada disampaikan Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, Adi Sugiri. Ia mengatakan, peningkatan arus barang menjelang libur panjang membuat pengguna jasa ramai-ramai menarik barangnya.

"Itu sebabnya banyak truk masuk hampir bersamaan. Kami tetap berkomitmen menjaga operasional tetap lancar," ungkapnya. 

Baca juga : Pakar Yakin Prabowo Mampu Tangani Kenaikan Tarif Impor AS dengan Bijak

Kasat Lantas Polres Jakarta Utara, AKBP Donni Bagus Wibisono menyebut kemacetan paling parah terjadi di Pos 9 dan depan NPCT1. Truk-truk besar mendominasi jalur, memperparah antrean. Ia mengimbau kendaraan pribadi menghindari jalur pelabuhan untuk sementara.

“Kami melakukan koordinasi intensif agar kemacetan bisa segera terurai,” kata Donni.

Hingga Kamis malam, truk-truk yang hendak masuk NPCT1 masih dialihkan ke buffer area. KSOP bersama Polres dan Pelindo terus berjibaku agar aktivitas logistik nasional tidak terganggu dan masyarakat bisa menikmati libur panjang tanpa hambatan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.