Dark/Light Mode

Pembangunan PSN Berjalan Lancar

6 Bendungan Topang Swasembada Pangan

Sabtu, 15 Maret 2025 07:00 WIB
Bendungan Mbay garapan Waskita Karya. (Foto: Dok. Waskita Karya)
Bendungan Mbay garapan Waskita Karya. (Foto: Dok. Waskita Karya)

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Waskita Karya (Persero) Tbk memastikan pembangunan 6 bendungan Proyek Strategis Nasional (PSN) berjalan sesuai rencana. Infrastruktur tersebut diyakini akan memberi dampak signifikan dalam mendukung target Pemerintah mewujudkan swasembada pangan dan energi.

Enam proyek bendungan PSN itu telah masuk dalam Ran­cangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.

Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita me­rinci progres dari keenam bendungan tersebut. Yakni pem­bangunan Bendungan Jragung (Jawa Tengah) sudah hampir rampung, realisasinya sudah di atas 87 persen.

“Progres pembangunan Bendungan Bener (Jawa Tengah) dan Mbay (Nusa Tenggara Timur) pun telah lebih dari 60 persen, masing-masing sebesar 64,25 persen dan 74,86 persen,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Rabu (12/3/2025).

Baca juga : Penangkapan Duterte Dirayakan Aktivis HAM

Sedangkan progres Bendungan Tiga Dihaji (Sumatera Selatan), Karangnongko (Jawa Tengah), dan Cibeet (Jawa Barat) di bawah 50 persen. Ermy memastikan se­luruh pengerjaan proyek tersebut berjalan sesuai rencana.

Waskita Karya merasa bangga menjadi bagian dari pembangunan PSN dan ikut men­dorong program swasembada pangan Pemerintah, melalui pembangunan bendungan.

“Kami berkomitmen menyelesaikan semua proyek tersebut dengan tepat waktu dan mutu, agar bisa segera digunakan dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” ucap Ermy.

Ia menekankan, bendungan merupakan proyek multifungsi yang memberikan banyak dam­pak positif.

Baca juga : Usut Tuntas Dan Hukum Berat Para Pelakunya

Bendungan Jragung misal­nya, berfungsi menyuplai air ke Daerah Irigasi (DI) seluas 4.528 hektare (ha) di Kabupaten Demak dan Grobogan.

“Bendungan tersebut diper­kirakan bisa meningkatkan produksi pertanian hingga tiga kali tanam, sehingga mendukung ketahanan pangan,” katanya.

Ermy menambahkan, bendungan berkapasitas tampung 90 juta meter kubik (m3) ini juga mampu mendukung ketahanan energi, karena berpotensi men­jadi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLMTH) berkapa­sitas sebesar 1.400 kilowatt (kw).

Bendungan senilai Rp 3 triliun tersebut, sambungnya, bisa pula dikembangkan menjadi objek pariwisata maupun agrowisata.

Baca juga : Manchester City Vs Brighton, The Citizens Kejar Zona Empat Besar

“Dengan begitu, dampaknya dapat dirasakan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di sekitar lokasi, sekaligus meningkatkan pereko­nomian lokal,” tuturnya.

Selain Jragung, Bendungan Bener juga memiliki sejumlah manfaat. Bahkan digadang-gadang menjadi bendungan tertinggi di Indonesia, karena tingginya menembus 169 meter.

Tidak hanya mampu mengalirkan air ke lahan irigasi seluas 15.519 ha, bendungan senilai Rp 2,06 triliun itu mampu menam­pung air hingga 92 juta meter kubik (m3).

Bendungan Bener, lanjutnya, dapat menyuplai air baku untuk keperluan rumah tangga, kota, dan industri sebesar 1.500 liter per detik ke Kabupaten Pur­worejo, Kebumen, Kulon Progo, termasuk Bandara YIA (Bandar Udara Internasional Yogyakarta).
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.