Dark/Light Mode

Jumlah Penderitanya Masih Tinggi

Dinkes DKI Kudu Lebih Kenceng Atasi Stunting

Rabu, 23 April 2025 06:50 WIB
Wakil Ketua DPRD DKI Ima Mahdiah. (Foto: Dok. DPRD DKI Jakarta)
Wakil Ketua DPRD DKI Ima Mahdiah. (Foto: Dok. DPRD DKI Jakarta)

 Sebelumnya 
Menurut Ima, penyebab stunting pada anak bukan hanya sejak kelahirannya, tapi juga karena abainya orangtua melakukan pengecekan secara rutin sejak masih dalam kandungan.

Bahkan, lanjutnya, lingkungan kumuh juga bisa menjadi salah satu pemicu stunting pada anak. Misalnya, kurang terpenuhinya keperluan air bersih dan belum ada septic tank yang memadai di setiap rumah.

“Kami minta Posyandu, termasuk Rukun Tetangga (RT), Rukun Warga (RW) lebih peduli lagi pada masyarakat yang terkena stunting,” ujarnya.

Baca juga : Bukan Pemicu Keretakan Pernikahan Arya Saloka

Ima pun meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI agar lebih giat dalam melaksanakan so­sialisasi penanganan stunting. Sebab, dia menemukan banyak masyarakat yang enggan melapor ke Posyandu, RT dan RW, serta Puskesmas ketika anaknya mengalami gejala stunting. “Karena malu,” tandasnya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyebut, ada tiga masalah besar yang dihadapi Jakarta. Yakni, kemacetan, banjir dan kemiskinan yang menjadi salah satu penyebab stunting.

Rano menyadari, stunting dan kemiskinan ekstrem angkanya masih cukup tinggi di beberapa wilayah Jakarta. Kemiskinan dan stunting itu, menurut dia, cakupannya tidak meluas dan lebih banyak terkonsentrasi di wilayah-wilayah tertentu.

Baca juga : Selamat Jalan Tokoh Teduh & Sederhana

Masyarakat di lokasi yang menjadi konsentrasi tingkat ke­miskinan dan stunting itu, kata Rano, memiliki karakteristik yang khusus. Karena itu, dibutuhkan pendekatan spesifik untuk bisa menyelesaikan problem tersebut.

Pemprov DKI, menurutnya, akan terus memaksimalkan penanganan kasus stunting dan kemiski­nan ekstrem. Dinkes DKI, ucap Rano, akan terus melakukan lang­kah preventif melalui pendekatan secara langsung dan luas, terkait edukasi kepada masyarakat. “Itu akan menjadi fokus kami,” ujarnya.

Penanganan stunting, menurut Rano, tidak hanya terhadap bayi. Namun, harus dimulai saat meni­kah dan melakukan perencanaan kehamilan.

Baca juga : Jokowi: Mataharinya Cuma Satu, Pak Prabowo

Faktor lain yang juga menjadi perhatian Rano, yaitu fenomena di lapangan saat ini, hubungan masyarakat dengan Puskes­mas masih banyak yang belum terjalin baik. “Dengan begitu, informasi mengenai upaya penanganan stunting, kemungkinan tidak terdistribusi secara maksi­mal,” pungkas Rano. [DRS]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.