Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Penuntasan Proyek Harus Jadi Prioritas
Normalisasi Ciliwung Bisa Kurangi Banjir 40 Persen
Minggu, 18 Mei 2025 06:50 WIB
Sebelumnya
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, jajaran Pemprov DKI segera melanjutkan Program Normalisasi Sungai Ciliwung. “Juni 2025, kami akan mulai kembali,” kata politisi berpanggilan Pram ini, Rabu (14/5/2025).
Sebelumnya, Pram mengatakan, Pemprov DKI tengah menyiapkan penetapan lokasi (penlok) pembebasan lahan untuk Program Normalisasi Sungai Ciliwung. Untuk itu, lanjutnya, Pemprov DKI sudah berkoordinasi dengan Kementerian ATR/BPN.
Pram berharap, pembebasan lahan bisa segera dilakukan, sehingga normalisasi Sungai Ciliwung bisa berjalan sesuai jadwal. Namun, dia menambahkan, Pemprov DKI akan mengedepankan pendekatan secara manusiawi kepada warga terdampak.
Baca juga : Prabowo Mulai Genjot Swasembada Energi
Program Normalisasi Ciliwung mendapat dukungan dari Pemerintah Pusat, melalui Menteri PU Dody Hanggono dan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid.
Dody Hanggono berharap, melalui sinergi yang solid antara Pemprov DKI dan Pemerintah Pusat, banjir di Jakarta dapat segera diatasi.
Terkait pengerjaan normalisasi Sungai Ciliwung, Dody menegaskan, sudah ada kajian dasar yang dilanjutkan dengan penyusunan kajian teknis. Ia pun berharap, morfologi sungai tidak terlalu banyak berubah, sehingga pengerjaan teknis bisa dilaksanakan sesuai jadwal.
Baca juga : Kisah Jemaah Muda Gantikan Orang Tua: Perasaan Campur Aduk, Gembira Sekaligus Sedih
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid mengatakan, pihaknya siap mendukung Kementerian PU dan Pemprov DKI dalam pengadaan tanah untuk normalisasi Ciliwung, dari kawasan Pengadegan hingga Rawajati, dengan total lahan 11 hektar, panjang 16 kilometer.
Nusron menambahkan, setelah penentuan lokasi selesai, dilanjutkan dengan pengadaan tanah yang ditargetkan selesai pada akhir Mei 2025. Dengan demikian, pengerjaan normalisasi Sungai Ciliwung bisa dimulai pada awal Juni 2025.
“Semoga tidak mundur lagi. Semoga berjalan lancar, karena ini untuk menjaga ekosistem, terutama penanganan banjir di Jakarta dan sekitarnya,” ucap Nusron.
Dia menjelaskan, tanah yang dibebaskan, akan menjadi milik Pemprov DKI untuk pelebaran sungai. “Sehingga, menambah kapasitas dan daya tampung Ciliwung,” tandasnya. [DRS]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya