Dark/Light Mode

Gubernur Pramono Ingin Tebang Tiang Monorel Mangkrak Di Jakarta

Selasa, 20 Mei 2025 21:15 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Zahra/RM)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Zahra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berharap bisa menyelesaikan polemik tiang-tiang monorel yang terbengkalai di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, hingga Jalan Asia Afrika, Jakarta Pusat. 

“Lewat di Rasuna Said maupun di Senayan. Ada kolom-kolom untuk monoril yang sampai hari ini semuanya nggak mau nyentuh untuk diselesaikan,” ujar Pramono di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (20/5/2025).

Tiang-tiang tersebut merupakan bagian dari proyek monorel Jakarta yang dimulai sejak 2007 namun terhenti akibat berbagai persoalan, termasuk masalah hukum antara kontraktor dan pelaksana. Saat ini tercatat sebanyak 90 tiang beton berdiri tanpa fungsi, mengganggu keindahan kota di area strategis ibu kota.

“Kalau bagi saya pribadi ini adalah hal yang harus diselesaikan. Sehingga yang seperti itu akan kami selesaikan,” tegas Pramono.

Baca juga : Peringati Harkitnas 2025, Pramono Dorong Perbaikan Layanan Kesehatan Di Jakarta

Dia menambahkan bahwa tiang-tiang tersebut tidak bisa terus-menerus dibiarkan begitu saja tanpa solusi yang jelas, mengingat proyek monorel sendiri telah digantikan dengan sistem LRT (Light Rail Transit).

“Jadi yang pertama untuk monorail dulu ya. Monorail itu kan sudah diganti dengan LRT, sekarang tinggal tiang-tiangnya. Ini kan berhenti karena ada persoalan hukum pada waktu itu, antara kontraktor, pelaksana dan sebagainya-sebagainya,” jelasnya.

Meski demikian, Pramono menyatakan bahwa langkah penanganan terhadap tiang-tiang tersebut tetap menunggu keputusan resmi dari pihak terkait. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta disebutnya tidak akan segan mengambil keputusan.

“Bagi pemerintah Jakarta ini sangat mengganggu. Maka bukan monorailnya yang dilanjutkan, tetapi tiang-tiang yang tidak berfungsi itu akan diapakan? Apakah dibersihkan? Apakah dibuat apa? Tentunya harus ada keputusan untuk itu, nggak bisa kemudian dibiarkan begitu saja dari waktu ke waktu, karena semua orang tidak mau berpikir, tidak mau susah, tidak mau menyentuh persoalan itu. Bagi saya pribadi, saya ingin menyelesaikan itu,” ujar Pramono.

Baca juga : Gubernur Pramono Jagokan Waduk Karian Untuk Perluas Layanan PAM Di Jakarta

Ketika ditanya apakah tiang-tiang tersebut akan dibongkar, Pramono menjawab bahwa semua masih menunggu keputusan akhir. Namun ia menekankan pentingnya keberanian untuk mengambil tindakan terhadap warisan proyek gagal tersebut.

“Tergantung putusannya, apakah, kan ini kan sudah sesuatu yang lewat lama banget. Semua orang enggak mau nyentuh, karena memang ya ini kan ada persoalan hukumnya. Tapi bagi saya enggak, karena ini menggagu keindahan Jakarta. Malah yang seperti ini yang harus dibereskan,” tambahnya.

Sebelumnya, diketahui bahwa pembangunan tiang-tiang tersebut tidak menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hal ini berarti, pembongkaran atau penataan ulang tiang-tiang tersebut tidak akan menimbulkan kerugian bagi keuangan negara.

Pemprov DKI Jakarta sendiri disebutkan telah meminta PT Jakarta Monorail sebagai pihak yang membangun tiang-tiang tersebut untuk membongkarnya. Namun hingga kini, belum ada tindak lanjut yang konkret dari perusahaan tersebut.

Baca juga : Dubes China Wang Lutong Promosi Kebudayaan & Pariwisata Yunnan Di Jakarta

Dengan pernyataan tegas dari Gubernur Pramono, publik kini menanti realisasi tindakan terhadap tiang-tiang beton yang selama hampir dua dekade menjadi simbol mangkraknya proyek transportasi di Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diharapkan mampu mengambil keputusan yang tepat agar wajah ibu kota semakin tertata dan bebas dari warisan proyek gagal masa lalu.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.