Dark/Light Mode

Gubernur Pramono Jagokan Waduk Karian Untuk Perluas Layanan PAM Di Jakarta

Selasa, 20 Mei 2025 13:56 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Zahra/RM)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Zahra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan cakupan layanan air bersih di Ibu Kota meningkat dari 71 persen menjadi 100 persen pada tahun 2029.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan, Pemprov terus berupaya memperluas cakupan layanna ini dengan berbagai strategi, termasuk percepatan pembangunan Bendungan Waduk Karian di Banten.

Pramono pun berharap agar pembangunan Waduk Karian segera selesa. Bendungan tersebut diharapkan menjadi salah satu sumber air utama untuk Jakarta agar seluruh wilayah dapat terlayani air bersih secara merata.

"Persoalannya sebenarnya hanya satu, mudah-mudahan Waduk Karian yang ada di Banten segera terselesaikan. Sehingga dengan demikian sumber airnya tidak menjadi masalah bagi Jakarta," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Selasa (20/5/2025).

Baca juga : Dubes China Wang Lutong Promosi Kebudayaan & Pariwisata Yunnan Di Jakarta

Menurut Pramono, jika proyek Waduk Karian mengalami keterlambatan, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan alternatif lain untuk tetap mengejar target 100 persen akses air bersih di Jakarta.

"Toh kalau Karian belum selesai, maka pemerintah Jakarta akan mempersiapkan dengan cara lain," tambahnya.

Saat ini, Pemprov DKI melalui PAM Jaya terus melakukan ekspansi layanan air bersih dengan membangun jaringan perpipaan di sejumlah wilayah, seperti IPA Buaran III, Reskom Tambora, dan Gandaria Utara. Upaya tersebut menjadi bagian dari rencana strategis penyediaan air bersih jangka panjang.

"Jadi sekarang ini pemerintah Jakarta telah mempersiapkan secara khusus untuk melakukan persiapan air bersih. Air bersih yang sekarang bisa dijangkau baru sekitar 71 persen. Dan kami mengejar untuk tahun 2029 bisa sampai dengan 100 persen," ungkap Pramono.

Baca juga : Anggota Dewan 4 Periode Tolak Kebijakan Satu Pintu Pimpinan DPRD Jakarta

Selain pembangunan infrastruktur perpipaan, PAM Jaya juga menjalankan program sosial seperti 20.000 sambungan baru, program Kartu Air Sehat (KAS), sanitasi prima berupa layanan penyedotan septik tank gratis, serta bantuan tandon air dan penyediaan water purifier. 

Pramono mengatakan bahwa dirinya telah meninjau langsung beberapa instalasi pengolahan air untuk memastikan kesiapan teknis dalam menghadapi lonjakan kebutuhan air bersih di masa depan.

"Saya hampir keliling di beberapa tempat PAM Jaya. Tujuannya paling utama adalah mempersiapkan itu termasuk pipanisasi," jelasnya.

Sebagai bentuk dorongan politik dan administratif, Pramono meminta PAM Jaya untuk terus menjalankan langkah-langkah strategis yang diperlukan.

Baca juga : Keruk Kali Cakung, Gubernur Pramono Janji Tanggulangi Banjir Tanpa Penggusuran

"Maka untuk itu PAM Jaya kami dorong untuk melakukan langkah-langkah strategis seperti yang teman-teman ikuti selama beberapa minggu ini," tuturnya.

Optimisme tetap dipegang teguh oleh Pemprov DKI bahwa misi 100 persen akses air bersih akan tercapai dalam lima tahun ke depan.

"Kami meyakini pasti bisa. Sehingga dengan demikian target untuk bisa memenuhi air bersih 100 persen di tahun 2029, Insya Allah akan tercapai," kata Pramono.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.