Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Tahun Ini Terjadi 922 Kasus Kebakaran
Jakarta Belum Berhasil Jinakkan Si Jago Merah
Jumat, 18 Juli 2025 06:50 WIB
Sebelumnya
Untuk itu, pihaknya melakukan pembentukan dan pembinaan Manajemen Keselamatan Kebakaran Gedung (MKKG) dan Manajemen Keselamatan Kebakaran Lingkungan (MKKL). Pemeriksaan dan pengawasan keselamatan kebakaran pada bangunan gedung. Pembentukan dan pembinaan Fire Safety Manager (FSM) pada gedung. Penindakan terhadap pelanggaran Peraturan Daerah terkait Keselamatan Kebakaran Gedung dan Penyusunan Rencana Induk Sistem Proteksi Kebakaran (RISPK).
Selain kebakaran, Tasor bilang, permohonan atau permintaan layanan penyelamatan juga terus meningkat. Jumlahnya bahkan hampir tiga kali lipat dari kejadian kebakaran.
“Dari 2020 ke 2021 meningkat 35,6 persen. Lalu tahun 2024 naik 2,9 persen. Pada 2024, berbagai macam jenis pelayanan penyelamatan adalah 6.800 kali kasus,” tuturnya.
Baca juga : Indonesia Vs FiliĀpina, Jangan Terlena Sejarah
Hingga 15 Juli 2025, layanan penyelamatan sudah mencapai 4.401. Layanan penyelamatan ini mencakup sejumlah layanan. Seperti, traffic accident rescue, penyelamatan terkait dengan bangunan runtuh, penyelamatan di air dan penyelamatan lainnya.
Operasi penyelamatan lainnya, seperti pohon tumbang, cincin yang nggak bisa dilepas dari jari sampai kunci masuk ke dalam got.
“Semua bisa kita tangani. Insya Allah kami siap layani warga Jakarta semaksimal mungkin,” tegas Tasor.
Baca juga : Pasang Suspensi Baru Buat Ngebut Di Tikungan
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Dadiyono mendukung Dinas Gulkarmat mengatasi kasus kebakaran.
“Saya meminta Dinas Gulkarmat terus aktif sosialisasi mengenai bahaya kebakaran ke masyarakat,” kata Dadiyono, Rabu (16/7/2025).
Apalagi, pada Minggu (13/7/2025), pukul 21.45 WIB kebakaran lima rumah di Jalan Kerja Bakti VIII RT 03/RW 07, Makasar, Jakarta Timur, menimbulkan satu orang meninggal dunia. Kebakaran ini terjadi akibat kebocoran tabung gas.
Baca juga : Zefanya Sharon, Miss Kulit Glowing
Politisi Partai Golkar ini mengimbau masyarakat memperhatikan regulator dan selang gas secara berkala. Selang gas yang sudah usang dan tidak layak pakai meningkatkan risiko kebocoran gas. [DRS]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya