Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Groundbreaking Proyek Taman Bendera Pusaka Tak Terkendala Relokasi Pasar Barito
Rabu, 6 Agustus 2025 19:53 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Groundbreaking Pembangunan Taman Bendera Pusaka di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tetap digelar Jumat 8 Agustus 2025 meski proses relokasi pedagang Pasar Hewan Barito belum beres.
“Pak Gubernur membuat nanti relokasi lebih baik, lebih bagus menjadi pasar wisata hewan yang ada di Lenteng Agung. Luas area-nya kurang lebih 7.500 meter, di situ nanti ada kantor Satpol PP, ada damkar, ada pasar burung (yang) relokasi,” kata Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Muhammad Anwar, di Balai Kota Jakarta, Rabu (6/8/2025).
Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan menegaskan, proses groundbreaking tetap akan dilaksanakan sesuai jadwal yang ditentukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
“Enggak (dengan cara kekerasan) kan enggak lah, kita kan persuasif lah. Pak Gubernur mau mendekatannya baik-baik," ujar Anwar.
Hingga kini, menurut data yang disebutkan Anwar, masih terdapat lebih dari 50 pedagang yang belum bersedia meninggalkan lokasi.
Baca juga : Dirut Pertamina Patra Niaga Cek Terminal LPG Makassar, Pastikan Pasokan Aman
“Kurang lebih masih ada sekitar 50 lebih ya,” ujar Anwar saat ditanya tentang jumlah pedagang yang masih bertahan.
Padahal total keseluruhan kios di kawasan tersebut berjumlah sekitar 118 kios.
“Yang sudah kosong sekitar 29 kios,” tambahnya.
Pihak Pemkot Jaksel menegaskan bahwa pendekatan persuasif dan humanis menjadi pilihan utama dalam proses relokasi ini. Tidak ada upaya pemaksaan atau kekerasan yang akan dilakukan.
“Tetap harus bergeser, kan kita kasih pengertian. Yang selama ini kan ada yang menunggangi di sana juga," ucap Anwar saat menjawab kemungkinan pedagang tetap bertahan.
Baca juga : Gubernur Pram Sesalkan Beras Oplosan Terlanjur Beredar Dan Dikonsumsi Masyarakat
Terkait tenggat waktu atau batas akhir bagi para pedagang untuk pindah, Anwar menyebut belum ada keputusan pasti dan akan menunggu arahan dari pimpinan.
“Ini nanti kita lihat aja suasananya. Kita kan enggak bisa ngambil kebijakan tanpa izin pimpinan,” jelasnya.
Anwar juga menegaskan bahwa pendekatan yang dilakukan bukan dalam konteks penertiban, melainkan penataan kawasan agar lebih terintegrasi dan bermanfaat untuk publik.
“Jadi kita bukan menertibkan, penataan kawasan,” pungkasnya.
Lebih lanjut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menyatukan dan mengubah nama tiga taman yang terletak di kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Taman Literasi, Taman Ayodya, dan Taman Langsatakan digabung dan diberi nama baru Taman Bendera Pusaka.
Baca juga : Pedagang Minta Relokasi Ditunda Setelah Idul Fitri
Perubahan ini akan ditandai dengan prosesi groundbreaking atau peletakan batu pertama yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis 8 Agustus 2025.
"Betul. Insya Allah tanggal 8 (diresmikan) kita groundbreaking, taman Literasi, taman Ayodya, Langsat,” ujar Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta Fajar Sauri di Balai Kota Jakarta, Jumat (1/8/2025).
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan lima taman kota yang mulai beroperasi selama 24 jam. Program ini merupakan langkah strategis Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam memperluas ruang terbuka hijau.
"Hari ini secara resmi untuk aktivasi taman yang dibuka 24 jam, kami lakukan dan dilakukan di lapangan Taman Lapangan Banteng ini," ujar Pramono di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (16/5/2025).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya