Dark/Light Mode

Pemprov DKI Kembali Lakukan Pemeliharaan Patung Dirgantara Pancoran

Senin, 18 Agustus 2025 16:02 WIB
Pekerja di ketinggian memasang instalasi air saat melakukan konservasi Monumen Patung Dirgantara (Patung Pancoran) di Pancoran, Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (16/10/2023). (Foto: Dwi Pambudo/RM)
Pekerja di ketinggian memasang instalasi air saat melakukan konservasi Monumen Patung Dirgantara (Patung Pancoran) di Pancoran, Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (16/10/2023). (Foto: Dwi Pambudo/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan konservasi pada pedestal atau tiang penyangga Patung Dirgantara, yang lebih dikenal dengan sebutan Patung Pancoran, di Jakarta Selatan. Perawatan ini dilakukan karena kondisi pedestal dipenuhi lumut yang dikhawatirkan merusak struktur bangunan.

Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Miftahulloh Tamary menjelaskan, pemeliharaan ini merupakan langkah penting untuk menjaga kelestarian salah satu ikon Jakarta. 

Perawatan Patung Dirgantara ini akan berlangsung selama 60 hari kalender, dimulai pada 11 Agustus 2025. Proses konservasi meliputi pembersihan pedestal patung hingga pelapisan dengan bahan pelapis khusus. 

Baca juga : Kurangi Curah Hujan, Pemprov DKI Lakukan Modifikasi Cuaca Di Ibu Kota

“Untuk perawatan patung dirgantara ini memerlukan waktu 60 hari kerja,” kata Miftahulloh dalam keterangannya, Senin (18/8/2025).

Mekanisme konservasi dilakukan secara bertahap, dimulai dari pembersihan pedestal yang terkena lumut, debu, maupun kotoran lain, lalu dilanjutkan dengan pelapisan material coating agar kondisi tiang penyangga lebih terjaga. 

“Mekanismenya dengan melakukan pembersihan pedestal patung, selanjutnya melapisi dengan bahan pelapis/coating agar kondisinya lebih baik,” jelasnya.

Baca juga : Pemprov DKI Targetkan 258 Sekolah Swasta Gratis Di 2026

Meski konservasi dilakukan pada tahun ini, Miftahulloh menegaskan bahwa perawatan besar tidak dilakukan setiap tahun, melainkan disesuaikan dengan kondisi patung. 

“Kalau perawatan patung seperti patung dirgantara di Pancoran ini dirawat sekali saja dalam setahun, nanti beberapa tahun lagi akan dilakukan perawatan jika kondisinya sudah membutuhkan perawatan/perbaikan,” tuturnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa faktor utama kerusakan patung di ruang terbuka biasanya disebabkan oleh pengaruh cuaca dan lingkungan sekitar. 

Baca juga : PSM Bidik Kemenangan Perdana Di Kandang Bhayangkara Lampung

“Kerusakan yang terjadi pada patung di area terbuka seperti Patung Pancoran ini umumnya disebabkan oleh cuaca (panas dan hujan), debu yang menempel maupun asap buangan dari kendaraan bermotor,” papar Miftahulloh.

Patung yang menggambarkan semangat penerbangan bangsa tersebut kini menjadi salah satu warisan cagar budaya penting di Jakarta.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.