Dark/Light Mode

Resmi Beroperasi, SPPG Kebon Jeruk Siap Sajikan MBG Sesuai Standar ISO

Jumat, 22 Agustus 2025 16:27 WIB
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kebon Jeruk yang dikelola oleh Yayasan Masjid Miftahussalam Riftah di Jalan Musyawarah Nomor 57 Kebon Jeruk Jakarta Barat resmi beroperasi pada Jumat (22/8/2025). (Foto: Dokumen Yayasan)
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kebon Jeruk yang dikelola oleh Yayasan Masjid Miftahussalam Riftah di Jalan Musyawarah Nomor 57 Kebon Jeruk Jakarta Barat resmi beroperasi pada Jumat (22/8/2025). (Foto: Dokumen Yayasan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kebon Jeruk yang dikelola oleh Yayasan Masjid Miftahussalam Riftah di Jalan Musyawarah Nomor 57 Kebon Jeruk Jakarta Barat resmi beroperasi pada Jumat (22/8/2025).

SPPG Kebon Jeruk merupakan mitra dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang melaksanakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kebon Jeruk Jakarta Barat.

Penasihat Khusus Presiden Bidang Polhukam, Brigjen Pol (Purn) Erwin Chahara Rusmana menjelaskan Peresmian SPPG untuk dapur MBG di Jakarta Barat ini merupakan salah satu yang diunggulkan karena fasilitasnya sangat lengkap.

"Kemudian perencanaannya juga cukup matang. Kami ikut sedikit mengarahkan kepada owner maupun kepada masyarakat serta kepada para karyawan yang akan bertugas di sini khususnya SPPG nya beliau," ujar Erwin.

Ia berharap agar pelaksanaan operasional SPPG dapat disinergikan menu-menunya dengan keberagaman para penerima manfaat.

Baca juga : Stok Beras Di Pasar Jakarta Cukup Usai Penarikan Beras Oplosan Food Station

"Kita komunikasikan yang baik agar menu itu sangat disukai. Karena di sini ada spesifik ini daerah perkotaan, di daerah perkotaan itu, pemilihan menu sangat selektif.

Harus sesuai dengan selera mereka," kata Erwin.

"Makanya kita siapkan angket rutin disebarkan kepada seluruh pelajar. Pelajar SMA, SMP, SD maupun TK agar nanti pemanfaatan anggaran negara ini bisa optimal diterima oleh penerima sehingga mendapatkan gizi yang maksimal juga," tambahnya.

Erwin menjelaskan Yayasan Masjid Miftah Miftahussalam Riftah nantinya akan melayani minimal sampai 4000 minimal 3500. Namun kemungkinan besar akan konstan di 4000 untuk di daerah sekitar kecamatan Kebon Jeruk Jakarta Barat.

"Untuk menjaga agar makanan berkualitas higienis dan mempunyai daya tarik bagi para pelajar karena saya katakan tadi di daerah perkotaan itu harus lebih selektif, lebih spesifik, harus sesuai dengan selera mereka. Jangan sampai kita ego menentukan menu tetapi tidak selaras dengan keinginan para pelajar itu yang penting," papar Erwin.

Baca juga : Peduli Keberlanjutan Generasi Penerus, Kapolri Pimpin Tanam Mangrove Di Kalbar

Lebih lanjut Erwin menerangkan secara manajerial SPPG tersebut harus betul betul sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur) yang ditetapkan dari BGN. Pasalnya jika tidak melaksanakan SOP dengan baik nanti ada beberapa hal yang bisa sangat merugikan.

"Contoh, umpamanya kami barusan mengecek tentang saluran gas, SOP penggunaan gas itu jangan disepelekan, sekecil apapun bisa menjadi riskan.  Kemudian SPPG ini kebanyakan baru, tetapi mempunyai pelatihan yang sangat praktis teknis, sehingga mereka adaptasinya cepat.  Kami mewawancarai sekitar 30 menit beliau sudah sangat menguasai meskipun baru 5 hari di sini," ungkapnya.

Erwin menyebutkan pihak pemerintah akan terus menambah keberadaan SPPG di seluruh Indonesia termasuk di Jakarta.

"Untuk di Jakarta keberadaan SPPG akan masih terus ditambah karena masih kurang sekali, masih kurang. Karena kita tidak mengejar kuantitas tetapi kualitas. Jadi kami membuat video video SPPG yang terbaik sehingga menjadikan rujukan kepada tempat-tempat yang lain.

Itu strategi yang dibuat oleh penyelenggara demikian," pungkasnya.

Baca juga : Waketum PAN Beri Apresiasi, Sikap PDIP Ringankan Beban Pemerintah

Kepala SPPG Yayasan Masjid Miftahussalam Riftah, Siti Rahma Mpd menerangkan SPPG Yayasan Masjid Miftahussalam Riftah berlandaskan pada nilai nilai keislaman sehingga selalu menjaga makanan halal dan higienis sesuai syariat Islam.

"Kami di bawah naungan masjid Yayasan Masjid Miftahussalam Riftah. Jadi sejarahnya pun memang islami harus kami terapkan. Jumlah relawan nya nanti ada 47 orang. Sedangkan tim intinya ada Kepala SPPG, analisis gizi, dan akuntan itu 3 orang sehingga totalnya 50 orang," kata Siti Rahma.

Ia menyebutkan pihaknya melakukan proses memasak berbagai menu sajian MBG selalu fresh segar dan lezat sehingga dapat diterima oleh para penerima yakni para pelajar.

"Mulai masak, kami tergantung menu kalau misalnya menunya tidak terlalu banyak menggunakan kompor kami mulai jam 1 dini hari. Namun kalau menu nya agak crowded kami mulai di jam 23.00 WIB, perkiraan hidangan sudah selesai jam 4 atau 5 pagi. Setelah selesai memasak lalu mendinginkan makanan, lalu baru masuk ke bagian pemorsian. Dalam prosesnya kami selalu menjaga higienitas. Menu menunya setiap hari harus bervariasi berbeda agar tidak monoton," tambah Siti Rahma.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.