Dark/Light Mode

Di Parpur DPRD, Wagub Rano: PAM Jaya Jadi Perseroda, Biar Layanan Makin Jos

Selasa, 9 September 2025 16:47 WIB
Gubernur DKI Pramono Anung bersama Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno dalam rapat paripurna DPRD DKI Jakarta terkait pandangan umum fraksi-fraksi atas RAPBD 2026 pada , Senin (8/9/2025)
Gubernur DKI Pramono Anung bersama Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno dalam rapat paripurna DPRD DKI Jakarta terkait pandangan umum fraksi-fraksi atas RAPBD 2026 pada , Senin (8/9/2025)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno menyampaikan jawaban Gubernur Pramono Anung dalam rapat paripurna DPRD DKI Jakarta terkait pandangan umum fraksi-fraksi atas RAPBD 2026 pada , Senin (8/9/2025).

Dalam pidatonya, Wagub memaparkan langkah strategis Pemprov DKI dalam mengatasi berbagai persoalan publik, mulai dari kemacetan, ketersediaan pangan, air bersih hingga pengangguran.

“Soal kemacetan dan transportasi publik, Pemprov sudah melakukan manajemen rekayasa lalu lintas jangka pendek,” kata Rano dalam siaran persnya Selasa (9/9/2025).

Baca juga : Kahmi Jaksel Dukung Pram Ubah PAM Jaya Jadi Perseroda Untuk IPO

Sejumlah langkah diambil, seperti penutupan U-turn, penerapan sistem satu arah, pengaturan fase lampu lalu lintas, perbaikan ruas jalan dan persimpangan, penertiban parkir liar serta angkot, pembatasan ganjil-genap, hingga pemanfaatan teknologi berbasis AI untuk pengaturan simpang. 

Selain itu, integrasi transportasi dengan park and ride di titik-titik strategis, seperti Kampung Rambutan, Lebak Bulus, Ragunan dan Kalideres juga terus dikembangkan.

Terkait BUMD, Pemprov menegaskan, tengah mendorong peningkatan kinerja melalui penetapan KPI terukur, audit keuangan independen, optimalisasi aset hingga restrukturisasi. Langkah ini untuk menjawab ketidakseimbangan pemberian PMD dengan kontribusi dividen.

Baca juga : Wagub Rano Ajak Warga Jaga Jakarta, Jangan Rusak Fasilitas Umum

Untuk menekan pengangguran, Pemprov memperluas pelatihan kompetensi, pengembangan wirausaha mandiri, job fair, serta penguatan portal lowongan kerja. Fasilitas pelatihan juga ditingkatkan, termasuk Mobile Training Unit (MTU), akreditasi lembaga sertifikasi dan pengelolaan database penempatan kerja pascapelatihan.

Soal air bersih, Ia menegaskan perubahan badan hukum PAM Jaya menjadi Perseroda bukan untuk mengejar profit. 

“Air bukan sekadar komoditas, melainkan hak konstitusional. Perubahan ini untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan efisiensi, serta memperluas cakupan layanan secara adil dan berkelanjutan,” kata Rano.

Baca juga : Lamine Yamal Jadi Penyelamat, Barcelona Ditahan Rayo Vallecano

Sementara itu, Staf Khusus Gubernur DKI Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim menyebut jawaban Gubernur Pramono di paripurna sudah komprehensif. 

“Warga bisa langsung menilai apa saja yang sudah dilakukan Pemprov dalam menjawab persoalan publik, mulai air bersih, transportasi, pangan sampai pengangguran,” ucapnya

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.