Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Atasi Keterbatasan Lahan Hunian Di Jakarta
Pasar Jaya Akan Bangun Rusun Di Atas Lima Pasar
Senin, 29 September 2025 06:25 WIB
Sebelumnya
Menurutnya, hunian di atas pasar juga akan memberi akses lebih mudah bagi masyarakat untuk tinggal di tengah kota. Sehingga, keberhasilan revitalisasi pasar bukan hanya untuk pedagang. Tapi juga generasi muda yang bukan pedagang, termasuk kalangan pewarta. “Ke depan, wartawan yang baru menikah dan belum punya rumah pun bisa mendapat hunian layak di tengah kota,” pungkasnya.
Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Agus Himawan mengatakan, Pasar Jaya mulai mengembangkan hunian di atas pasar dengan Sertifikat Kepemilikan Bangunan Gedung (SKBG) 60 tahun. Proyek perdana di Rusun Pasar Rumput sudah terisi 85 persen, didominasi kalangan milenial, Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pekerja swasta.
Ke depan, lanjut dia, pihaknya juga akan membangun hunian di atas pasar lain. “Pasar Minggu, Pasar Senen Blok 6, Pasar Palmerah, Pasar Cempaka Putih, Pasar Grogol. Untuk sementara, lima itu yang kami prioritaskan,” kata Agus.
Baca juga : KPK Sita Aset Lagi Di Kasus Pemerasan RPTKA Kemnaker
Menurut Agus, revitalisasi kini diarahkan untuk menjadikan pasar sebagai simbol kota modern dan ramah lingkungan. “Program ini sekaligus bagian dari strategi besar menjadikan Jakarta sebagai kota global,” ucapnya.
Agus menambahkan, sejak dia menjabat pada Agustus 2023, Pasar Jaya bergerak cepat melakukan modernisasi pasar. “Hingga September 2025, sebanyak 67 pasar sudah dicat ulang dengan warna korporasi baru, fasilitas dasar diperbaiki. Serta revitalisasi pasar dijalankan lewat skema dana internal, Penyertaan Modal Daerah (PMD), dan kemitraan swasta,” bebernya.
Tidak hanya itu, lanjut Agus, Pasar Jaya tengah menyiapkan pusat pengolahan sampah mandiri di Pasar Induk Kramat Jati. Targetnya, pada 2026, 95 persen sampah organik pasar, bisa diolah langsung tanpa harus ke Tempat Pembu angan Akhir (TPA) Bantar Gebang.
Baca juga : Dibantai Atletico, Madrid Lagi Apek
Selain itu, digitalisasi juga menjadi fokus dalam proyeksi kerjanya. Kini, pembayaran nontunai telah diterapkan di 57 pasar. “Tahun ini kami tambah 30 pasar baru dalam program digitalisasi,” ucapnya.
Sedangkan Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Suharini Eliawati menyampaikan peran vital pasar dalam perekonomian Jakarta.
“Pasar adalah nadi perekonomian Jakarta. Modernisasi tidak boleh menghapus nilai kerakyatan, justru harus memperkuatnya,” ujar Eli, sapaan Suharini Eliawati.
Baca juga : Finish Kedua Di Motegi, Marc Marquez Juara Dunia MotoGP 2025
Kata dia, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kontribusi Jakarta terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai 16,61 persen, dengan pertumbuhan 5,18 persen, melampaui angka nasional.
Eli bilang, Pemprov DKI juga tengah menggarap pasar tematik, termasuk menjadikan Pasar Baru sebagai destinasi wisata budaya, terintegrasi dengan kawasan heritage Jakarta Pusat.
Menurutnya, tantangan terbesar pasar adalah persaingan dengan perdagangan daring. “Revitalisasi harus diikuti tarif wajar dan kenyamanan konsumen, agar pasar tidak hanya megah tapi juga hidup,” pungkasnya. [DRS/RAA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya