Dark/Light Mode

Tak Ngeluh Dana Bagi Hasil Dipotong 20 T, Pramono Dipuji Purbaya

Rabu, 8 Oktober 2025 07:20 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menerima Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Gedung Balaikota, Jakarta, Selasa (7/10/2025). (Foto: Dok. Humas Kemenkeu)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menerima Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Gedung Balaikota, Jakarta, Selasa (7/10/2025). (Foto: Dok. Humas Kemenkeu)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dapat pujian dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa karena tidak ngeluh soal dana bagi hasil (DBH) yang dipotong hingga Rp 20 triliun. 

Pujian itu disampaikan Purbaya usai bertemu Pramono di Balai Kota Jakarta, Selasa (7/10/2025). Pertemuan berlangsung sekitar satu jam secara tertutup. Isinya, tak lain soal kebijakan pemotongan DBH yang sempat bikin daerah lain kelimpungan. 

“Saya mau mengucapkan terima kasih kepada Pak Gubernur yang nggak banyak protes ketika dana bagi hasilnya saya potong hampir Rp 20 triliun,” kata Purbaya sambil tersenyum. 

Baca juga : Pemprov Sumut Siapkan 11 Kebijakan Stabilkan Harga

Mantan Ketua Dewan Komisioner LPS itu bahkan sempat berkelakar. “Sepertinya sih masih bisa dipotong lagi,” ujarnya disambut tawa Pramono. 

Purbaya menjelaskan, pemangkasan dilakukan secara proporsional. 

“Jakarta paling besar karena anggarannya juga paling besar. Jadi, kalau dihitung persentase, sebenarnya sama saja,” ujarnya. 

Baca juga : Kader Partai Ka’bah Tidak Boleh Lagi Saling Menuntut

Untuk perbandingan, Jawa Barat hanya kena potong Rp 2,45 triliun dan Jawa Timur Rp 2,81 triliun. “Tapi, Jakarta masih kuat,” imbuhnya. 

Dalam pertemuan itu, Purbaya juga menyatakan dukungan terhadap rencana Pemprov DKI membangun gedung tertinggi di kawasan SCBD. Bahkan ia siap menambah puluhan triliun rupiah ke Bank Jakarta, asalkan bank daerah itu sanggup menyalurkan kredit produktif. 

“Saya tanya ke Pak Gubernur, apakah Bank Jakarta bisa nyerap? Jangan sampai saya kasih duit panik terusnya. Waduh, nggak bisa nyalurkan. Kata Pak Gubernur bisa,” ujar Purbaya. 

Baca juga : Gelar Wealth Wisdom 2025, Permata Bank Genjot Ketahanan Finansial

Purbaya menjelaskan, dana tambahan tersebut berasal dari Bank Sentral yang kemudian disalurkan pada 4 bank milik negara (Himbara) sebesar Rp 200 T. Tujuannya, agar dana tersebut bisa dipakai bank untuk memberikan fasilitas kredit bagi UMKM dan industri produktif. Sehingga, roda ekonomi tetap berputar. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.