Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali melanjutkan proyek pengerukan dan normalisasi sejumlah kali di Ibu Kota untuk mengantisipasi potensi banjir jelang musim hujan yang diperkirakan terjadi pada November 2025 hingga Februari 2026.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Ima Mahdiah memastikan pengerjaan proyek tersebut sudah kembali berjalan sejak awal masa kepemimpinan Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno.
"Alhamdulillah, contoh kali-kali yang selama ini turapnya tidak diselesaikan, itu dilanjutkan kembali oleh Mas Pram dan Bang Dul. Di Kali Grogol, Kali Pesanggrahan, Kali Sekretaris, Kali Mookervart, dan normalisasi di kali-kali tersebut,” ujar Ima di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (6/11/2025).
*Proyek Multiyears dan Fokus Normalisasi Sungai Ciliwung*
Baca juga : Wamen Fajar Dorong Revitalisasi UKS untuk Wujudkan Pendidikan Holistik
Ima menjelaskan bahwa pengerjaan proyek ini tidak hanya mencakup kali-kali besar di Jakarta Barat, tetapi juga menyentuh proyek yang sempat tertunda, termasuk pekerjaan PT Adhi Karya serta normalisasi Sungai Ciliwung yang menjadi fokus utama penanganan banjir di Jakarta.
Ia menambahkan bahwa proyek-proyek tersebut bersifat multiyears atau tahunan beragenda, sehingga pengerjaannya dilakukan secara bertahap.
“Kita waktu itu masuk di tengah saat anggaran 2025 sudah diketok, jadi cara paling cepat adalah pengerukan terus-menerus,” ujar Ima.
*250 Alat Berat Dikerahkan, Dilengkapi GPS Pemantau*
Baca juga : Pasangan Pecinta Hewan Menikah Di Kandang Sapi
Pemprov DKI Jakarta kini mengoperasikan sekitar 250 unit alat berat yang tersebar di berbagai wilayah untuk mendukung pengerukan. Setiap alat tersebut telah dilengkapi sistem GPS guna memastikan kinerja lapangan dapat terpantau secara real time.
“Jangan sampai alat sudah dibeli malah menganggur. Enam bulan ini pengerukan sudah jalan dan masyarakat sudah lihat hasilnya,” ucap Ima.
*DBH Dipangkas, Proyek Tetap Berjalan*
Meski menghadapi tantangan berupa pemangkasan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat sebesar Rp 15 triliun, Ima menegaskan bahwa pengerjaan proyek tidak terhenti.
Baca juga : Pemprov DKI Buka Ruang Bagi Seniman Muda, Jadikan Kota Panggung Seni IKJ
Pemprov DKI tetap mengalokasikan dana dari APBD Perubahan 2025 untuk sektor sumber daya air agar proyek strategis tersebut tetap berlanjut.
“Yang multiyears seperti penurapan dan sheet pile tetap jalan. Kalau pengerukan kan alat sudah ada dan satgas sudah ada,” tegasnya.
Ima menyebutkan Pemprov DKI mempercepat pembangunan saluran air yang selama ini belum tersedia di sejumlah wilayah Jakarta Barat. Menurut dia, langkah ini penting mengingat curah hujan diprediksi bisa mencapai 500 milimeter per bulan.
"Masih banyak wilayah yang ternyata belum punya saluran air. Jadi itu harus dikejar juga, supaya air hujan bisa langsung teralirkan," kata politikus PDI Perjuangan itu.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya