Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Nggak Perlu Beli LPG, Warga Jaktim Masak Pake Kompor Biogas Hasil Olahan Tinja
Kamis, 13 November 2025 16:51 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Udara di sebuah gang kecil di Jakarta Timur terasa berbeda. Di antara deretan rumah warga yang rapat, aroma khas dapur tercium dari salah satu rumah sederhana. Bukan aroma gas LPG seperti biasanya, melainkan api biru dari biogas hasil olahan limbah manusia.
Kali ini, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan instalasi tangki septik komunal dengan pemanfaatan biogas di wilayah Jakarta Timur.
“Bagi saya yang paling menggembirakan tadi ketika Pak Wali Kota melaporkan bahwa sekarang ini untuk BAB terbuka di Jakarta Timur sudah 0%. Karena semuanya dimanfaatkan dengan fasilitas yang seperti ini,” ujar Gubernur Pramono di Gang Delta, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Kamis (13/11/2025).
Sumber Energi Baru
Dalam acara tersebut, Gubernur Pramono tidak hanya menyampaikan sambutan, tetapi juga ikut mencoba langsung biogas hasil olahan limbah manusia. Ia bahkan sempat menggoreng telur menggunakan api dari biogas tersebut dan membagikannya kepada warga yang hadir.
Baca juga : Gelar Apel Jaga Jakarta, Pemprov DKI Bersiap-siap Hadapi Banjir
“Tadi saya juga secara langsung melihat di tempat warga dan juga saya goreng telur sendiri, yang satu untuk teman wartawan, yang satu untuk Pak Camat. Hasil dari gorengan saya sendiri,” ujar Pramono sambil tersenyum.
Program pemanfaatan biogas dari limbah septic tank ini tidak hanya meningkatkan sanitasi, tapi juga memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat. Dengan adanya biogas, warga kini tidak perlu lagi membeli LPG untuk memasak.
“Sehingga dengan demikian ini akan memberikan manfaat dan juga secara ekonomi sangat-sangat membantu, karena tadi dihitung bagi keluarga yang satu atau dua anak, Bapak Ibu, maka mereka akan bisa saving sampai dengan 1,2 juta per tahun,” kata Pramono.
Selain ekonomi, aspek kesehatan masyarakat juga menjadi perhatian utama. Pramono menegaskan, dengan sistem ini, tingkat paparan bakteri berbahaya dari tinja menurun drastis.
“Yang paling penting adalah kesehatan masyarakatnya juga menjadi lebih baik. Karena apa? Bakteri apa? E. coli-nya menjadi berkurang secara drastis,” tambahnya.
Baca juga : Dapur Gizi Desa Jadi Bukti Nyata Kolaborasi Lawan Stunting
Gubernur Pramono menyebut, keberhasilan Jakarta Timur menjadi wilayah pertama dengan BAB terbuka 0% merupakan langkah besar menuju Jakarta sebagai kota global yang bersih dan sehat. Ia berharap sistem serupa dapat diterapkan di seluruh wilayah DKI.
“Aktivitas ini akan memperkuat Jakarta sebagai kota global. Persoalan BAB-nya mudah-mudahan nanti di kota yang lain akan kami selesaikan sehingga bisa seperti di Jakarta Timur, BAB terbukanya menjadi 0%. Dan kalau ini bisa dilakukan saya yakin dampaknya akan sangat baik,” tuturnya.
Warga yang hadir juga ikut mencicipi hasil masakan tersebut. Salah satunya Yumna (22), warga sekitar, mengaku terkesan dengan pengalaman itu.
“Rasanya kaya telor biasa, ga ada yang aneh sama rasa telor biasanya. Cuman emang pas masak apinya kenceng dan rasanya jadi tambah spesial karena dimasak langsung oleh Pak Gubernur,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, menjelaskan bahwa program ini telah mencakup ribuan kepala keluarga. Untuk biogas, saat ini sudah terpasang di tiga lokasi.
Baca juga : Ngga Perlu Panik, Kasus Covid-19 Di Jakarta Bergejala Ringan Seperti Influenza
“Untuk yang biogas di tiga tempat itu menyelesaikan 439 KK dan 2.400 sekian jiwa. Ini adalah yang khusus untuk biogas di tiga tempat. Tapi kita menyelesaikan juga tidak hanya yang biogas, tapi yang septic tank skala perumahan juga,” jelas Munjirin.
Ia menambahkan, sejak peletakan batu pertama oleh Gubernur di Bidara Cina, total sudah hampir 3.000 KK yang menikmati fasilitas sanitasi dan biogas komunal ini.
“Total dari Pak Gubernur groundbreaking di Bidara Cina sampai dengan sekarang, itu menyelesaikan hampir 3.000 KK, dan ini akan terus berlanjut di Jakarta Timur sampai dengan maksimal,” tambahnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya