Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sepi Peminat, LRT Jakarta Rata-Rata Cuma Angkut 27 Penumpang per Perjalanan
Kamis, 27 November 2025 09:12 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Direktur Utama PT LRT Jakarta, Roberto Akyuwen, mengakui keterisian penumpang LRT Jakarta masih tergolong rendah meski layanan berjalan dengan tingkat ketepatan waktu yang hampir sempurna. Ia menyebut tingkat okupansi baru mendekati 10 persen.
“Dengan kapasitas rangkaian mencapai 270 orang, jumlah penumpang yang terangkut rata-rata hanya sekitar 27 orang sekali jalan,” ujar Roberto di Stasiun Pegangsaan, Jakarta utara, Rabu (26/11/2025).
3.500 Penumpang Per Hari
Roberto memaparkan bahwa rata-rata penumpang harian LRT Jakarta kini mencapai sekitar 3.500 orang.
"Keterisiannya baru mendekati 10 persen. Jadi dari kapasitas 270 orang, rata-rata sekitar 27 orang sekali jalan, sehingga per harinya mencapai angka sekitar 3.579 per hari, dengan total mencapai lebih dari 1 juta penumpang sampai saat ini,” ujarnya.
On-Time
Baca juga : Kementan Tekankan Data Akurat & Penguasaan AI Untuk Perkuat Komunikasi Publik
Meski okupansi masih rendah, kinerja ketepatan waktu LRT Jakarta justru menjadi salah satu yang terbaik.
“On-time performance atau ketepatan waktu kita pada Oktober mencapai 99,9%. Jadi senantiasa tinggi,” jelas Roberto.
Roberto juga mengakui perusahaan masih sangat mengandalkan subsidi APBD DKI Jakarta.
“Karena mayoritas pendapatan kita masih ditunjang oleh subsidi APBD Provinsi DKI Jakarta. Kurang lebih 94 persen penerimaan kita setiap tahun berasal dari subsidi,” jelasnya.
Pendapatan dari tiket hanya sekitar 2 persen karena tarif yang murah.
“2% dari tiket—karena harga tiket kita relatif murah, Rp 5.000, jauh-dekat,” ujarnya.
Baca juga : LPKR Perkuat Tata Kelola Lewat Pengadaan Berkelanjutan
Rute Manggarai
Untuk mengurangi ketergantungan terhadap subsidi, LRT Jakarta menargetkan penambahan rute Manggarai sebagai momentum peningkatan pendapatan.
“Kita harapkan dengan penambahan rute Manggarai dan rute-rute berikutnya, ketergantungan terhadap subsidi dapat berkurang signifikan,” kata Roberto.
Persiapan Masinis
LRT Jakarta telah merekrut 20 masinis baru guna mempersiapkan pengoperasian rute Velodrome–Manggarai yang ditargetkan beroperasi Agustus tahun depan.
Ia menegaskan masinis memerlukan ribuan jam latihan sebelum dapat mengemudikan kereta sepenuhnya.
Baca juga : Pertamina Patra Niaga Bangun Kolaborasi Menuju Penerbangan Berkelanjutan
“Seorang masinis membutuhkan jam minimum sebelum bisa menjadi pengemudi utama. Ada ribuan jam teknis yang harus dilalui,” ujarnya.
Lebih lanjut, Roberto menegaskan, pihaknya masih menunggu penetapan tarif LRT Jakarta Manggarai- Velodrome. Penerapan tarif rute fase 1B, yakni Velodrome–Manggarai harus melalui mekanisme termasuk Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta.
"Adapun terkait dengan penetapan tarif, ini mempunyai mekanisme sendiri yang akan ditempuh oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Organisasi Perangkat Daerah terkait, khususnya Dinas Perhubungan," ucapnya.
Pernyataan tersebut sekaligus membantah tarif LRT Jakarta rute tersebut sudah ditetapkan sebesar Rp 5 ribu (setelah disubsidi).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya