Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tragedi Di Terra Drone, Jakarta Pusat
Gedung Terbakar 22 Orang Tewas
Rabu, 10 Desember 2025 07:25 WIB
Sebelumnya
“22 orang yang meninggal dunia, 15 wanita dan tujuh laki-laki. Pemadaman selesai dan selanjutnya saya bersama Pak Kapolres akan mengidentifikasi lagi,” ujar Kepala Dinas Damkar DKI Jakarta, Bayu Megantara.
Menurut Bayu, korban paling banyak ditemukan di lantai 3 dan 4. Padahal, kedua lantai tersebut bukan titik awal kebakaran. Dia mengatakan korban banyak ditemukan di dua lantai tersebut akibat sesak napas. “Betul (bukan area yang terbakar),” kata Bayu.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo P. Condro, menyebut seorang wanita hamil termasuk korban tewas. “Ada korban wanita hamil,” katanya.
Baca juga : Gubernur-Wagub Kalbar Diminta Duduk Bersama
Ia menjelaskan hasil penyelidikan awal mengarah pada baterai drone yang meledak di lantai dasar. Karyawan sempat memadamkan, tapi gagal karena lantai satu juga menjadi area penyimpanan barang. “Baterai terbakar, menyebar, karena lantai satu itu gudang,” ujarnya.
Penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan Puslabfor Polri. Semua korban dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk identifikasi lebih lanjut.
Dalam proses evakuasi, petugas kepolisian juga ikut jadi korban. Kapolsek Kemayoran, Kompol Agung Adriansyah, mengalami luka serius akibat pecahan kaca besar yang jatuh dari lantai atas saat ia ikut membantu evakuasi.
Baca juga : Gerindra Acungkan Jempol Ke Pemerintah
“Tangan Kapolsek robek akibat hantaman kaca,” kata Wakapolres AKBP Budi Prasetya. Agung langsung dilarikan ke RS Islam untuk operasi.
Di RS Polri, proses identifikasi berlangsung intensif. Kepala RS Polri Brigjen Pol Prima Heru Yulihartono mengatakan 11 tim DVI—antemortem, postmortem, hingga DNA—telah bekerja. “Kami juga koordinasi dengan Universitas Indonesia (UI) dan Inafis,” katanya.
Keluarga diminta membawa data pembanding ke Gedung DVI. “Silakan melapor ke gedung DVI di samping kantin,” ujarnya.
Baca juga : Mentan: Stok Cukup, Disiapkan 3 Kali Lipat
Terpisah, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan pemerintah provinsi akan menanggung seluruh biaya pemakaman para korban. Ia juga telah meminta jajarannya menyiapkan lahan pemakaman bagi korban yang mungkin tidak dapat disatukan di satu lokasi.
“Pemerintah DKI Jakarta akan bertanggung jawab untuk seluruh korban pemakaman yang meninggal dunia berapapun jumlahnya,” ujarnya.
Selain pemakaman, Pemprov DKI juga menanggung biaya perawatan bagi korban luka. “Yang luka dan sebagian nanti akan dirujuk dan kami Pemerintah DKI Jakarta yang akan menyelesaikan bagi yang luka dan sebagainya,” tutup Pramono. [BYU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya