Dark/Light Mode

Butuh Tanggul Permanen Di Tepi Kali Ciliwung

Lapor, Kampung Sawah Rawan Kembali Longsor

Minggu, 11 Januari 2026 06:25 WIB
Jalan darurat dari bambu di Kampung Sawah, RT 06, RW 02, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Jalan aspal di tepi Sungai Ciliwung ini hilang karena longsor.  (Foto: Dede Iswadi/RM)
Jalan darurat dari bambu di Kampung Sawah, RT 06, RW 02, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Jalan aspal di tepi Sungai Ciliwung ini hilang karena longsor.  (Foto: Dede Iswadi/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta perlu bergerak cepat memenuhi harapan warga Kampung Sawah, membangun tanggul permanen di tepi Kali Ciliwung di pemukiman mereka. Sebab, terdapat titik longsor sudah tiga tahun belum tertangani tuntas dan rawan terjadi kembali.

Lokasi tersebut tepatnya di RT 06, RW 02, Kampung Sawah, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. 

Titik longsor di pemukiman ini tiga tahun lalu belum tertangani tuntas. Dan kini muncul kekhawatiran, longsor meluas ke rumah-rumah dan jalan di sekitarnya. Membahayakan warga dan masyarakat yang lewat di tepi Sungai Ciliwung ini. Jangan sampai menimbulkan korban. 

Melalui rubrik WhatsApp (WA) Aje, seorang pembaca koran Rakyat Merdeka curhat mengenai longsor itu. Begini isinya: Selamat pagi Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, kami warga RT 006/02, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, ingin menyampaikan keluhan. Belum ada penanganan longsor yang serius di wilayah kami. Kami mohon perhatian dan tindakan nyata. Demikian WA pembaca koran RM dari nomor HP 087897230XXX. 

Baca juga : Inter Vs Napoli, Saling Sikut Demi Scudetto

Untuk mengecek benar atau tidaknya WA pembaca tersebut, reporter Rakyat Merdeka mendatangi lokasi di tepi Sungai Ciliwung ini. 

Begini laporan reporter Rakyat Merdeka dari lokasi itu: Sudah tiga tahun, Minin dan keluarga tinggal di rumah semi permanen di bibir Kali Ciliwung. Tepatnya di Kampung Sawah, RT 06, RW 02, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. 

Rumah semi permanen itu, cerita Minin, dibangun dari hasil bantuan warga. Kondisinya seadanya. Dinding dari triplek. Kusen pintunya dari potongan kaso baja ringan. Jendelanya tanpa kusen, langsung dipasang triplek yang bisa dibuka-tutup. Yang penting rapat, tidak kepanasan saat terik dan basah kala hujan. 

Minin bukan tunawisma. Pria 66 tahun, asli Betawi dan sejak lahir sudah tinggal di wilayah ini, terpaksa membangun bedeng di titik yang agak aman, lantaran rumahnya terkena longsor. Di bedeng itulah keluarga Minin tinggal sekitar tiga tahun ini. 

Baca juga : Trik Red Bull Hadapi Era Baru F1, Bangun Keunggulan Dari Aerodinamika

Rumah Minin yang lebih layak dari bedeng tempat tinggalnya saat ini, masih utuh. Namun, posisinya sudah bahaya. Persis di tepi Sungai Ciliwung yang longsor. Rawan ambruk. Sedangkan jalan aspal selebar dua meter di depan rumah itu, sudah lenyap karena longsor. 

Untuk bisa menuju rumahnya, Minin memasang lima batang bambu yang bawahnya ditopang kayu. Di sekitar jalan darurat ini, tampak spanduk di tembok sebuah rumah. “Hati-hati, Rawan Longsor”, demikian isi spanduk tersebut. 

“Saya saja yang berani lewat sini. Istri saya takut,” kata Minin saat menunjukkan rumahnya kepada Rakyat Merdeka, Rabu (7/1/2026), sekitar pukul 14.00 WIB. 

Sejak tiga tahun lalu, rumah tersebut tidak dihuni. Tapi, di dalamnya masih ada perabotan rumah tangga, terutama yang berukuran besar dan berat. Seperti lemari kayu dan springbed

Baca juga : Polri Tetap di Bawah Presiden

Perabotan tersebut tidak bisa dipindahkan Minin dari rumah ke bedeng tempat tinggalnya saat ini, lantaran akses jalan yang tidak memadai dan berbahaya. “Akhirnya, rumah saya jadi tempat menaruh barang-barang saja,” ujarnya. 

Lantas, Minin bercerita, sebelumnya ada jalan aspal selebar dua meter di depan rumahnya. Namun, longsor demi longsor yang terjadi sejak 2019, mengikis jalan tersebut. “Awalnya longsor cuma sedikit, jalan masih ada,” kenang Minin.   
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.