Dark/Light Mode

Pramono Siapkan 9 Waduk Baru di Jakarta Untuk Kurangi Risiko Banjir

Senin, 12 Januari 2026 15:57 WIB
Warga melintas tanaman pada pot apung di Waduk Melati, Jakarta, Jumat (6/10/2023). Suku Dinas (Sudin) Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Pusat membuat konsep floating forest dengan sistem pot apung dan akan diperbanyak guna mendukung penghijauan sekaligus mengurangi polusi udara. (Foto: Dwi Pambudo/RM)
Warga melintas tanaman pada pot apung di Waduk Melati, Jakarta, Jumat (6/10/2023). Suku Dinas (Sudin) Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Pusat membuat konsep floating forest dengan sistem pot apung dan akan diperbanyak guna mendukung penghijauan sekaligus mengurangi polusi udara. (Foto: Dwi Pambudo/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah mempersiapkan pembangunan sembilan waduk atau embung baru yang tersebar di sejumlah wilayah sebagai bagian dari upaya strategis mengatasi persoalan banjir.

“Yang lima di Jakarta Timur sudah dibuat ya Bu Eka? Sudah selesai semua. Tapi intinya begini, ini memang menjadi bagian yang kita persiapkan," kata Pramono di Waduk Batu licin, Jakarta Timur, Senin (12/1/2026).

Dalam penjelasannya, Pramono menyebutkan bahwa sebagian besar waduk tersebut telah rampung dibangun, khususnya di wilayah Jakarta Timur. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran terkait yang telah menyelesaikan proyek tersebut tepat waktu.

Baca juga : Resmikan Waduk Batu Licin, Pramono Yakin Efektif Kurangi Banjir Di Cilangkap

"Jadi kalau lima di Jakarta Timur, dua di selatan, satu di barat, Berarti sembilan. Ini mudah-mudahan apa secara signifikan menjadi daya tampung untuk proses mengurangi banjir di Jakarta," jelas Pramono. 

Menurut Pramono, persoalan banjir menjadi salah satu fokus utama sejak awal dirinya menjabat sebagai Gubernur Jakarta. Karena itu, pembangunan waduk dipilih sebagai solusi konkret untuk menangani genangan air di wilayah rawan banjir.

“Kenapa ini kami lakukan? Karena ini betul-betul secara langsung mengatasi persoalan genangan air yang ada di tempat-tempat yang seperti ini," terangnya. 

Baca juga : KPK Tetapkan Kepala KPP Madya Jakarta Utara Tersangka Suap Pemeriksaan Pajak

Dia juga mengungkapkan adanya dampak positif yang dirasakan langsung oleh warga, salah satunya di kawasan Cilangkap. 

“Saya mendapatkan testimoni juga dari warga Cilangkap yang dulu kalau hujan seperti ini pasti genangannya di mana-mana. Sekarang dengan kapasitas Waduk Batu Licin yang 92.000, kedalamannya 6 meter," kata Pramono. 

Selain pembangunan waduk, Pramono turut mengapresiasi peran jajaran Dinas Sumber Daya Air (SDA) yang secara rutin memantau kondisi curah hujan dan potensi rob di Jakarta setiap hari.

Baca juga : Pertamina–MIND ID Percepat Hilirisasi Batu Bara Untuk Energi Nasional

"Saya secara khusus juga berterima kasih kepada jajaran Sumber Daya Air yang terus mengantisipasi karena memang memonitor curah hujan dan sekaligus rob di Jakarta itu harus dilakukan harian," imbuhnya. 

Ia menambahkan, saat ini genangan air yang terjadi dapat ditangani dengan lebih cepat melalui sistem pompa yang tersedia, sehingga air dapat surut dalam waktu relatif singkat.

“Alhamdulillah sampai hari ini kalau toh ada genangan, 1 jam 1,5 jam genangan itu bisa kita pompa dan kita turunkan. Itulah yang kami sampaikan," terangnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.