Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pemprov DKI Relokasi Ratusan Warga Dari TPU Kebon Nanas ke Rusun Pulogebang
Senin, 12 Januari 2026 16:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memindahkan warga yang sudah puluhan tahun menempati lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kebon Nanas, Jakarta Timur, ke rumah susun (rusun). Langkah ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi TPU sekaligus mengatasi keterbatasan lahan pemakaman di Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, setelah dilakukan penataan, TPU Kebon Nanas kini dapat menampung sekitar 1.000 makam baru.
"Di Jakarta ini kita mempunyai 80 TPU, 69 TPU udah nggak bisa secara normal, harus tumpang tindih, harus tumpangkan. 11 yang masih bisa,” kata Pramono saat ditemui di Rusun Pulo Gebang, Jakarta Timur, Senin (12/1/2026).
Pramono menjelaskan, TPU Kebon Nanas sebelumnya ditempati oleh lebih dari 100 kepala keluarga (KK) yang telah bermukim selama belasan hingga puluhan tahun. Dari total 103 KK, sebanyak 73 keluarga memilih pindah ke rumah susun yang disediakan Pemprov DKI, sementara 30 keluarga lainnya memilih mencari tempat tinggal secara mandiri.
Dalam acara penyerahan dan pelepasan kunci rumah susun, Pramono menegaskan bahwa warga diberikan kebebasan untuk menentukan pilihannya. Ia juga memastikan adanya keringanan biaya sewa bagi warga yang direlokasi.
Saat berdialog dengan warga, Pramono menanyakan soal biaya hunian rusun yang langsung dijawab oleh warga.
“Selama nanti masuk langsung bayar atau nggak ini rumah susunnya?” tanya Pramono.
Baca juga : Bersama Mendikdasmen, Ratusan Murid Garut Deklarasikan Gerakan Rukun Sama Teman
“Gratis!” jawab warga.
“Enam bulan gratis. Lansia gratis,” lanjut Pramono.
Salah satu warga yang direlokasi, Sumiyati (54), mengaku bersyukur akhirnya bisa tinggal di tempat yang lebih layak setelah puluhan tahun hidup di area TPU.
“Harapannya sudah pasti ingin yang lebih baik lagi Pak, kehidupan kita yang selama ini itu dicap jelek gitu ya karena menempati lahan TPU gitu,” kata Sumiyati.
Sumiyati mengungkapkan, dirinya telah tinggal di TPU Kebon Nanas sejak tahun 1983, sejak masih kecil hingga sekarang. Meski awalnya merasa takut tinggal di kawasan pemakaman, lama-kelamaan ia terbiasa.
“Itu saya di sana itu sudah lama sekali Pak, dari tahun 83. Dari masih kecil sampai sekarang,” ujarnya.
Ketika ditanya soal pengalaman mistis selama tinggal di TPU, Sumiyati mengaku pernah mengalaminya.
Baca juga : Pemprov DKI Hibahkan Truk Pemadam Kebakaran Kepada 14 Daerah
“Ada Pak. Ada juga takut Pak,” kata Sumiyati saat ditanya apakah pernah melihat hal-hal yang menakutkan.
Pramono menegaskan, relokasi ini bukan semata-mata soal penataan kota, tetapi juga demi meningkatkan kualitas hidup warga. Ia berharap lingkungan rusun yang lebih layak akan berdampak positif pada pendidikan dan masa depan anak-anak.
“Mudah-mudahan dengan tempat yang baru ini warga yang dipindahkan bisa aman, nyaman, dan juga mempunyai kehidupan yang lebih baik,” ucap Pramono.
Selain itu, Pramono juga berdialog dengan seorang warga lansia yang sehari-hari berjualan tisu di lampu merah Halim. Warga tersebut menyampaikan bahwa dirinya tinggal bersama anaknya dan tetap akan berdagang meski sudah pindah ke rusun.
“Saya tinggalnya sama anak,” kata ibu lansia tersebut.
Ibu tersebut juga mengaku mendapatkan fasilitas gratis seumur hidup karena masuk kategori lansia.
“Enam bulan Pak, saya yang seumur hidup kan lansia Pak,” ujarnya.
Baca juga : Pemerintah Suplai Ratusan Ribu Liter Air ke Posko Pengungsian
Sementara itu, warga lainnya, Guntur (51), menyampaikan rasa syukur atas fasilitas yang tersedia di rumah susun. Menurutnya, lingkungan baru ini jauh lebih layak untuk keluarganya.
“Ya kami bersyukur karena fasilitas juga lengkap Pak di sini. Keluarga saya senang semua,” kata Guntur.
Ia menjelaskan, rusun tersebut dilengkapi berbagai fasilitas umum yang membuat anak-anak betah.
“Di sini ada playground, ada jogging track, masjid, lapangan futsal, serta tamannya juga banyak,” ujarnya.
Guntur mengaku telah tinggal di TPU Kebon Nanas selama 17 tahun. Meski merasa nyaman di tempat lama, ia menilai kehidupan di rusun jauh lebih manusiawi.
"Iya, cuma kan kalau sekarang kan lebih manusiawi aja Pak begitu,” tuturnya.
Pemprov DKI Jakarta berharap relokasi ini dapat menjadi contoh penataan kawasan pemakaman yang humanis, sekaligus solusi sementara sebelum pembangunan TPU baru dengan lahan yang lebih luas.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya