Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Program MBG Tetap Berjalan Selama Ramadan, Paket Makanan Dibawa Pulang Siswa
Selasa, 10 Februari 2026 11:19 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Gizi Nasional (BGN) menyiapkan empat mekanisme khusus dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan.
Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan bahwa skema ini dirancang untuk menyesuaikan dengan kondisi masyarakat yang menjalankan ibadah puasa.
“Untuk anak sekolah yang mayoritas di daerah puasa, itu makanannya akan berupa makanan yang tahan lama ya, yang untuk dibawa pulang dan untuk dikonsumsi saat buka," kata Dadan di Balai Kota Jakarta, Senin (9/2/2026).
Sementara itu, untuk sekolah di daerah yang mayoritas tidak berpuasa, pelayanan tetap berjalan seperti biasa tanpa perubahan jadwal maupun jenis makanan.
Baca juga : Pascabencana Sumatera, WVI Bantu Warga: Paket Makanan Hingga Air Bersih
“Kemudian untuk ibu hamil, ibu menyusui, anak balita, itu pelayanannya juga normal," lanjutnya.
Khusus untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada di lingkungan pesantren, jadwal distribusi makanan akan disesuaikan menjelang waktu berbuka puasa.
“Sementara untuk SPPG yang ada di dalam pesantren dan penerima manfaatnya juga di pesantren, maka pelayanan normal tetapi waktunya digeser ke sore hari menjelang puasa.”
Selain pengaturan mekanisme distribusi, BGN juga menyiapkan strategi pengendalian permintaan bahan pangan selama Ramadan dan menjelang Idulfitri. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan harga dan ketersediaan produk tertentu di pasaran.
Baca juga : BPJS Ketenagakerjaan Serahkan Santunan Kepada Ahli Waris Kurir JNE
"Seperti diketahui bahwa Badan Gizi sekarang bisa berusaha mengendalikan permintaan produk. Jika berlebihan, kita akan alihkan untuk mencari substitusi. Jika kurang permintaannya, kita dorong untuk supaya harganya naik," ujar Dadan.
BGN juga akan menggandeng Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk mengatur kebutuhan pangan masyarakat secara umum selama Ramadan.
“Kira-kira produk apa yang dibutuhkan masyarakat secara umum untuk menjelang puasa ya, dan juga Idulfitri, nanti kita akan kurangi permintaannya di program Makan Bergizi. Jika ada yang kurang permintaannya, kita akan dorong dan kita akan kerja sama dengan BUMD," terang Dadan.
Terkait menu yang dibawa pulang selama Ramadan, BGN telah menetapkan sejumlah pilihan bahan pangan yang tahan lama dan umum dikonsumsi saat berbuka puasa.
Baca juga : Zulhas: Makanan Dibagi Untuk Dibawa Pulang
“Kemudian terkait dengan menu yang untuk dibawa pulang, itu kita sudah tetapkan lebih banyak terkait dengan contohnya kurma, Kemudian telur rebus atau telur asin, telur pindang. Kemudian ada abon, buah, susu, dan penganan-penganan lokal yang saya kira secara tradisional banyak disajikan di bulan Ramadan yang tahan lama," jelasnya.
BGN juga menegaskan komitmennya untuk melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam penyediaan menu selama Ramadan.
“Dan kita hindarkan semaksimal produk-produk perusahaan besar. Sesekali boleh, tapi tidak setiap hari. Jadi kita ingin mendorong agar UMKM terlibat banyak di dalam proses penyediaan menu di saat Ramadan ini," tutup Dadan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya