Dark/Light Mode

Stok Menipis Saat Ramadan, Harga Cabe Di Jakarta Makin Pedas

Kamis, 19 Februari 2026 11:01 WIB
Pedagang memilah cabe merah dan cabe rawit di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta. (Foto: Rizki Syahputra/RM)
Pedagang memilah cabe merah dan cabe rawit di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta. (Foto: Rizki Syahputra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan harga cabe keriting di Jakarta mengalami kenaikan menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Kenaikan tersebut dipicu oleh berkurangnya pasokan dalam beberapa waktu terakhir.

"Idul fitri dan ramadan ini pemerintah DKI Jakarta tentunya melihat semua kebutuhan pokok utama itu secara detail. Sekarang ini memang terjadi kenaikan cabai kriting," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Kamis (19/2/2026). 

Pasokan Turun

Menurut Pramono, kenaikan harga cabe keriting tidak terlepas dari terganggunya distribusi dan produksi di sejumlah daerah penghasil. Curah hujan yang tinggi menyebabkan hasil panen menurun sehingga berdampak langsung pada suplai ke Ibu Kota.

Baca juga : Sembako Di Awal Ramadan, Harga Naik, Tapi Relatif Stabil

"Harga cabe kriting itu naik karena kenapa, suplai yang dari Jawa maupun Sulawesi Selatan itu kuantitasnya mengalami penurunan karena hujan. Jadi curah hujan ini menyebabkan penurunan tetapi dengan sekarang ini curah hujan mulai turun," jelas Pramono. 

Optimistis Harga Normal

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta optimistis harga cabe keriting akan kembali stabil dalam waktu dekat. 

Pramono memperkirakan dalam satu hingga dua minggu ke depan harga akan berangsur normal seiring membaiknya kondisi cuaca dan distribusi pasokan.

Baca juga : Ramadan, PSIM Geser Jadwal Latihan demi Jaga Kondisi Pemain

"Kenapa bisa normal kembali? karena kami akan melakukan intervensi. kami akan membeli cabe kemudian menjual kepada pengecer atau pedagang memberikan keuntungan Rp 5 ribu supaya harganya terkontrol," katanya. 

Menurutnya, kebijakan ini bukan hal baru dan telah dilakukan sebelumnya untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok.

"Dan ini sudah kita lakukan untuk itu," tutup Pramono.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.