Dark/Light Mode

Pramono: Taman Semanggi Bakal Targetkan Ikon Baru Jakarta

Minggu, 22 Februari 2026 14:11 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memulai groundbreaking revitalisasi Taman Semanggi, Jakarta Selatan, Jumat (20/2/2026).  (Foto: Zahra/RM)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memulai groundbreaking revitalisasi Taman Semanggi, Jakarta Selatan, Jumat (20/2/2026).  (Foto: Zahra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memulai groundbreaking revitalisasi Taman Semanggi, Jakarta Selatan, Jumat (20/2/2026).  Revitalisasi tersebut diharapkan menjadikan Taman Semanggi sebagai ikon baru dan etalase utama ibu kota.

Pramono menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk menghadirkan wajah baru kawasan Semanggi.

"Mulai dengan hari ini sampai dengan mudah-mudahan tanggal 22 Juni tahun 2027, Jakarta mempunyai etalase baru yang menjadi lebih baik, yang namanya adalah Semanggi," kata Pramono. 

Gagasan Bung Karno

Pramono menjelaskan, Semanggi memiliki nilai sejarah yang kuat. Kawasan ini digagas oleh Bung Karno pada tahun 1962 dengan filosofi empat helai daun semanggi yang melambangkan fungsi, konektivitas, transformasi, estetika, dan kehidupan.

Baca juga : Resmikan Kantor DPW Baru, PSI Sulsel Tingkatkan Layanan Masyarakat

"Sekarang ini Pemerintah DKI Jakarta ingin tempat ini betul-betul menjadi tempat yang ikonik, tempat yang semua orang bisa memanfaatkan dengan baik, dan tempat ini seperti yang tadi disampaikan oleh Kepala Dinas Pertamanan akan menjadi tempat yang menggambarkan bahwa ada regenerasi dari gagasan-gagasan Bung Karno pada waktu itu yang masih kontekstual dengan hari ini," terang Pramono. 

Reconnection dan Reactivation

Revitalisasi Taman Semanggi akan mengusung konsep reconnection atau keterhubungan yang lebih baik. Kawasan ini dirancang agar lebih mudah diakses dan terintegrasi.

"Yang kedua adalah hal yang berkaitan dengan reconnection, terhubungkan. Tempat ini nanti akan terhubungkan menjadi lebih mudah, lebih baik, di taman yang kurang lebih 6 hektare," katanya. 

Selain itu, konsep reactivation juga menjadi fokus utama, yakni mengaktifkan kembali fungsi ruang publik agar bisa dimanfaatkan berbagai kelompok masyarakat tanpa mengganggu arus lalu lintas.

Baca juga : Program Desa Emas Kebumen Berdayakan Ekonomi dan Ciptakan Lapangan Kerja 

"Bagi siapapun apakah itu dalam kelompok apapun bisa memanfaatkan tempat ini. Tetapi yang paling penting saya sudah menyampaikan, ini tidak mengganggu lalu lintas yang ada. Karena bagaimanapun ini adalah transportasi utama di Jakarta, etalase utamanya Jakarta."

Tanpa APBD

Dalam kesempatan tersebut, Pramono mengungkapkan bahwa proyek revitalisasi ini membutuhkan anggaran sekitar Rp134 miliar. Namun, seluruh pembiayaan tidak berasal dari APBD DKI Jakarta, melainkan melalui kerja sama dengan mitra swasta.

"Mereka akan mengelola tempat ini kurang lebih 10 tahun, ditambah dengan pembangunan satu setengah tahun, jadi 11,5 tahun. Nama tempat ini tetap Semanggi. Supaya enggak salah, nama ini tetap Semanggi, enggak ada perubahan nama," tuturnya. 

Pramono menegaskan bahwa mitra yang menggelontorkan dana besar tersebut tentu akan mendapatkan manfaat yang sesuai dari kerja sama tersebut.

Baca juga : Penanganan Peningkatan Tuberkulosis di Malaysia

"Tetapi tentunya bagi siapapun yang kemudian merubah tempat ini, mitra kami mengeluarkan dana cukup besar 134 miliar rupiah, harus juga kemudian mendapatkan manfaat dari Semanggi nanti yang menjadi lebih baik," lanjutnya. 

Revitalisasi Taman Semanggi ditargetkan selesai tepat pada 22 Juni 2027, yang bertepatan dengan hari ulang tahun Jakarta sekaligus peringatan 500 tahun kota tersebut. Momen itu diharapkan menjadi tonggak sejarah baru bagi wajah ibu kota.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.