Dark/Light Mode

Pramono Tidak Akan Gelar Operasi Yustisi di Jakarta Usai Idul Fitri 2026

Sabtu, 7 Maret 2026 12:40 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Zahra/RM)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Zahra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan pemerintah tidak akan menerapkan operasi yustisi atau pemeriksaan khusus terhadap pendatang baru di Jakarta setelah Idul Fitri 2026. 

Ia menegaskan bahwa ibu kota tetap terbuka bagi siapa saja yang ingin datang untuk mencari pekerjaan maupun kesempatan hidup yang lebih baik.

"Jakarta tetep akan terbuka bagi siapa pun. Sehingga saya tidak akan memerintahkan untuk mengadakan apa, yustisi, ya. Ataupun eh screening untuk itu," kata Pramono di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2026).

Baca juga : Pramono Yakin Stok Pangan dan BBM di Jakarta Tidak Terpengaruh Perang AS–Iran

Pramono menjelaskan bahwa Jakarta sebagai pusat kegiatan ekonomi nasional memberikan banyak peluang kerja bagi masyarakat. 

“Ruang untuk bekerja di Jakarta juga terbuka. Tetapi memang dalam kondisi dunia yang seperti ini, ketika terjadi perang di mana-mana, Ukraina, Rusia, sekarang di Timur Tengah ada Israel dengan Amerika dan juga dengan Iran, menurut saya kita harus penuh kehati-hatian," jelasnya. 

Selain membahas soal pendatang baru, Pramono juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi bulan Ramadan dan Idul Fitri. 

Baca juga : Operasional Lapangan Padel Dibatasi Sampai Pukul 20.00

“Dalam rangka menyambut bulan Ramadan dan juga Idulfitri, Jakarta sudah mempersiapkan dari jauh-jauh hari, terutama hal yang berkaitan dengan kebutuhan utama di bulan Ramadan dan Idulfitri, seperti beras, daging, cabe merah, cabe keriting, dan sebagainya," kata Pramono. 

Ia memastikan bahwa stok kebutuhan pokok di Jakarta saat ini berada dalam kondisi aman dan bahkan melebihi kebutuhan. 

“Saya tegaskan stok di Jakarta aman, lebih dari cukup. Mudah-mudahan tidak terjadi kenaikan yang signifikan. Saya meyakini ini karena stoknya memang berlebihan," imbuhnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.