Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Agar Peristiwa Longsor Tak Terjadi Lagi
DPRD: Kebut Pengurangan Sampah Ke Bantargebang
Selasa, 10 Maret 2026 06:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Akibat longsor gunung sampah di Bantargebang, empat orang meninggal dunia. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pun mengevaluasi sistem keselamatan kerja di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di lokasi tersebut.
Longsor gunung sampah di TPST Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, terjadi pada Minggu (8/3/2026).
Peristiwa ini menimbulkan empat korban jiwa. Yaitu, dua sopir truk sampah yang sedang menjalankan tugas mereka dan dua pemilik warung di bawah bukit sampah yang longsor itu.
Karena itu, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino meminta Pemprov DKI mengevaluasi dan memprioritaskan sistem keselamatan kerja di TPST Bantargebang.
“Tujuannya jelas, agar kejadian seperti ini tidak terulang. Sehingga, para pekerja bisa menjalankan tugas mereka dengan jaminan keselamatan yang lebih baik,” katanya kepada Rakyat Merdeka, Senin (9/3/2026).
Baca juga : Timnas Putri Iran Ingin Lekas Pulang
Selain itu, Wibi meminta Pemprov DKI mempercepat pengurangan sampah dari hulu dan meningkatkan teknologi pengolahan sampah agar bukitbukit sampah di Bantargebang tidak terus meninggi.
Longsor ini menimpa sejumlah truk sampah yang sedang mengantre untuk membongkar muatan. Empat orang dilaporkan meninggal dalam kejadian tersebut.
Berdasarkan Data Badan Nasio nal Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) DKI, korban tewas terdiri dari Enda Widayanti (25), pemilik warung; Sumine (60), pemilik warung; Dedi Sutrisno, sopir truk sampah; dan Irwan Suprihatin, sopir truk sampah.
Sedangkan data korban selamat: Setiabudi, sopir truk Johan, dan sopir truk Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Selatan Slamet.
Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Isnawa Adji, longsor terjadi saat pengangkutan sampah sedang berlangsung di TPST Bantargebang.
Baca juga : All England, Ganda Putra Korsel Pertahankan Gelar
“Saat truk sampah sedang mengantre untuk melakukan pembongkaran muatan, tiba-tiba terjadi longsor yang menimpa lima unit truk sampah,” ujar Isnawa, Minggu (8/3/2026).
Menurut Isnawa, hujan lebat yang disertai angin kencang, diduga menjadi salah satu pemicu longsor di area tersebut. Kemudian, Tim SAR gabungan melakukan pencarian dan evakuasi korban.
Operasi ini melibatkan Basarnas Special Group (BSG), Kantor SAR Kota Bekasi, BPBD Kota Bekasi, BPBD DKI Jakarta, Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI, Dinas LH Kota Bekasi, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi, unsur TNI dan Polri. “Tim SAR gabungan menggunakan sekitar 20 unit ekskavator untuk proses evakuasi,” kata Isnawa.
Untuk mendukung operasi penanganan, Dinas LH DKI bersama tim gabungan mengerahkan 13 unit ekskavator, menyiagakan dua unit ambulans milik Dinas LH dan Pemerintah Kota Bekasi.
Upaya stabilisasi area juga dilakukan guna mencegah potensi longsor susulan. Penataan dan penguatan zona timbunan dilakukan secara bertahap, agar struktur timbunan kembali stabil dan aman untuk operasional.
Baca juga : Stop Perang Di Iran Dan Usut Trump Dalam Kasus Epstein
“Keselamatan adalah prioritas,” kata Kepala Dinas LH DKI Asep Kuswanto.
Dinas LH DKI juga memastikan pelayanan pengelolaan sampah tetap berjalan. Untuk menjaga kelancaran ritase truk sampah dari Jakarta, satu titik buang sementara di TPST Bantargebang dibuka pada malam hari, sementara dua titik buang lainnya masih dalam tahap perapihan.
Asep menambahkan, Pemprov DKI berkomitmen menangani situasi ini secara cepat, hati-hati, dan terkoordinasi. “Fokus kami adalah keselamatan, penanganan korban, serta memastikan operasional pengelolaan sampah Jakarta dapat segera pulih dengan aman,” kata Asep. [DRS]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya