Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Diskusi Blak-Blakan Bareng TA: Cara Merawat Kota, Memperkuat Peran Generasi Muda
Minggu, 24 Mei 2026 17:02 WIB
Jakarta berada di dalam persimpangan sejarah menuju kota global. Di satu sisi, Jakarta tumbuh menjadi metropolitan modern dengan pembangunan infrastruktur yang masif, integrasi transportasi publik yang semakin maju, serta ambisi besar menembus 20 besar kota global. Di sisi lain, Jakarta juga menghadapi berbagai tantangan urban yang semakin kompleks seperti ketimpangan, tekanan kesehatan mental masyarakat urban, persoalan lingkungan, dan krisis ruang hidup.
Di tengah dinamika tersebut, ruang dialog publik, percakapan gagasan, dan demokratisasi ide menjadi kebutuhan yang semakin penting. Sebab kota yang besar tidak hanya dibangun oleh beton, jalan layang, atau gedung pencakar langit, melainkan juga oleh kualitas percakapan, kesadaran sosial, dan kemampuan warganya untuk merawat harapan bersama.
Berangkat dari semangat itu, diselenggarakan forum diskusi publik bertajuk “Blak-Blakan Bareng Tenaga Ahli: Ngomongin Jakarta" oleh Aspirasi Jakarta, ILUNI FH Universitas Atma Jaya, Forum Peduli Literasi Masyarakat, dan Tinta Narrativa yang didukung Perumda Pasar Jaya.
Diskusi ini menjadi ruang bersama untuk membicarakan partisipasi generasi muda dalam menentukan masa depan kota, penguatan budaya dan ruang publik, solusi tentang masalah persampahan, dan visi besar Jakarta kota global.
Diskusi ini menghadirkan sejumlah Tenaga Ahli Stafsus Gubernur DKI Jakarta sebagai narasumber, di antaranya Reinhard Sirait dan Aris Setiawan dari Bidang Komunikasi Sosial, Hikari Ersada Bidang Pemerintahan, serta Fariz Gamal dari Bidang Pembangunan Tata Kota.
Profesor Firdaus Ali, Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta
Baca juga : BAZNAS Resmikan Balai Ternak Di Tegal, Perkuat Kemandirian Ekonomi Mustahik
Membuka acara diskusi, Koordinator Stafsus Gubernur, Profesor Firdaus Ali, menegaskan bahwa momentum menuju 5 abad Jakarta merupakan momentum sejarah yang tidak akan terulang kembali dan harus diisi dengan program-program yang berkesan, progresif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Prof. Firdaus mengingatkan pentingnya kesiapan Jakarta menghadapi tantangan strategis ke depan, termasuk persoalan pengelolaan sampah menjelang penutupan TPA Nasional Bantar Gebang pada Agustus 2026. Menurutnya, persoalan Jakarta harus ditangani secara cepat dan kolaboratif karena wajah Jakarta adalah wajah Indonesia.
Prof. Firdaus menekankan pentingnya partisipasi kaum muda dan masyarakat dalam penyelesaian masalah di Jakarta. Kata dia, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menginginkan warga yang bertemunya bukan datang membawa proposal. Tapi ingin agar warga atau siapa pun yang bertemunya datang membawa program konkrie bagi penyelesaian masalah yang ada.
Budhi Haryadi, Founder Aspirasi Jakarta
Sementara Founder Aspirasi Jakarta, Budhi Haryadi, dalam kata sambutannya menjelaskan tentang peran penting ruang-ruang kebudayaan dan menghidupkan harapan masyarakat di kampung kota. Aspirasi Jakarta dibangun dari orang-orang muda lintas komunitas yang selama ini konsisten turun langsung menjangkau masyarakat akar rumput. Khususnya warga miskin kota yang sering kali luput dari sorotan pembangunan.
Budhi Haryadi turun menyinggung nobar layar tancap yang telah menjadi budaya sosial di Jakarta dan wahan literasi publik. Melalui gerakan nonton layar tancap kami menonton film-film yang edukatif, seperti laskar pelangi, rumah tanpa jendela, dan beberapa film anak edukatif dari luar negeri.
Arthur Sanger, Ketua Iluni Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya
Baca juga : I Wayan Sudirta: Menatap Peluang, Memperkuat Ketahanan Bangsa
Sementara itu, Ketua Iluni FH UAJ, Arthur Sanger, menegaskan bahwa Jakarta bukan sekadar pusat pembangunan dan ekonomi nasional, tetapi ruang hidup yang menyimpan harapan, budaya, kreativitas, perjuangan, dan mimpi banyak orang.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara komunitas, akademisi, praktisi, sektor swasta dan pemerintah dalam memperkuat ekosistem sosial kota, terutama di tengah transformasi Jakarta menuju kota global.
Sementara, pembicara pertama, Reinhard Sirait, Tenaga Ahli Stafsus Gubernur Bidang Komunikasi Sosial menekankan bahwa pola pembangunan modern tidak lagi dapat berjalan secara satu arah. Kata dia, di era digital warga memiliki akses informasi, ruang partisipasi, sekaligus kemampuan mengawasi jalannya pemerintahan secara langsung. Jakarta kota global harus dibangun lewat Citizen participation, keterlibatan komunitas, dan budaya komunikasi dua arah yang sehat
Sedangkan Hikari Ersada, Tenaga Ahli Stafsus Bidang Pemerintahan, mengajak masyarakat membayangkan momentum 500 kota Jakarta untuk membangun energi kolektif masyarakat dalam jalannya diskusi. Dia menerangkan, Jakarta 500 tahun adalah tentang keberanian membayangkan kota yang lebih adil, lebih sehat, lebih berbudaya, dan lebih membahagiakan bagi semua
Sementara Fariz Gamal, Tenaga Ahli Stafsus Bidang Pembangunan dan Tata Kota, menyoroti pentingnya pembangunan berkelanjutan dan keterlibatan anak muda dalam menghadapi persoalan lingkungan, termasuk isu persampahan Jakarta yang saat ini mencapai sekitar 8.000 ton per hari. Persoalan ini bukan hanya sebagai tantangan teknis pemerintah, tetapi tanggung jawab kolektif seluruh warga kota.
Baca juga : Kemendagri Gelar Pameran Batik Bhinneka Tunggal Ika Untuk Generasi Muda
Adapun Aris Setiawan, Tenaga Ahli Stafsus Gubernur lainnya, menyajikan data dan laporan penelitian yang berkaitan dukungan masyarakat terhadap Jakarta kota global. Dia mengutip data dari Litbang Kompas, yaitu 87,9 persen dari 400 responden warga Jakarta menyatakan mendukung arah pembangunan Jakarta menuju kota global.
Dukungan tersebut menjadi sinyal penting bahwa masyarakat Jakarta memiliki optimisme besar terhadap transformasi kota pasca perpindahan ibu kota negara.
Diskusi berlangsung hangat, kritis, dan reflektif. Para peserta dari berbagai komunitas menyampaikan keresahan sekaligus harapan mereka tentang Jakarta mulai dari isu agraria, penanganan sampah, literasi, kebudayaan, hingga pentingnya ruang kreatif dan ruang dialog sehat.
Turut hadir Kepala Badan BPDSM, Bapak Dyan Airlangga dan Kepala Badan Kesbangpol Bapak Muhammad Matsani dalam acara diskusi yang dihadiri akademisi, perkumpulan relawan, mahasiswa, pemuda, komunitas literasi, media, dan berbagai elemen masyarakat dalam diskusi yang berlangsung reflektif dan partisipatif itu.
Forum Literasi
Komunitas Literasi Forum Peduli Literasi Masyarakat
Komunitas Literasi Forum Peduli Literasi Masyarakat
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya