Dark/Light Mode

CFD Rasuna Said Digelar Lagi, Pramono Ajak Warga Aktif Pilah Sampah di Rumah

Minggu, 7 Juni 2026 15:01 WIB
Warga memanfaatkan CFD di Jalan Rasuna Said setiap minggu pagi untuk berlari dan berolahraga. (Foto: Zahra/RM)
Warga memanfaatkan CFD di Jalan Rasuna Said setiap minggu pagi untuk berlari dan berolahraga. (Foto: Zahra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memulai kembali pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di koridor HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (7/6/2026). 

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung hadir langsung untuk menyapa warga dan meninjau pelaksanaan CFD yang menjadi ruang publik baru bagi masyarakat Jakarta untuk berolahraga dan beraktivitas.

Berdasarkan pantauan Rakyat Merdeka di lokasi, Pramono Anung tiba di kawasan CFD Rasuna Said pada pukul 06.42 WIB. Kehadirannya disambut warga yang sedang berolahraga, berjalan santai, hingga bersepeda di sepanjang koridor yang untuk sementara ditutup dari lalu lintas kendaraan bermotor.

Suasana pagi di kawasan Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, tampak ramai dimanfaatkan warga untuk berolahraga. Sejumlah pelari terlihat menggunakan ruas jalan yang bebas dari kendaraan bermotor, sementara masyarakat lainnya berjalan santai dan menikmati ruang publik yang lebih nyaman.

Aktivitas berlangsung di bawah jalur layang LRT Jabodebek, tepatnya di sekitar Stasiun Stasiun LRT Rasuna Said. Ruas jalan dibatasi dengan kerucut lalu lintas sebagai penanda area yang digunakan untuk kegiatan olahraga dan pejalan kaki.

Kehadiran warga menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap pemanfaatan koridor Jalan H.R. Rasuna Said sebagai ruang aktivitas publik. Kawasan bisnis yang pada hari kerja dipadati kendaraan itu tampak berubah menjadi area olahraga dan rekreasi pada pagi hari.

Dalam kesempatan tersebut, Pramono menjelaskan bahwa CFD Rasuna Said berlangsung mulai pukul 05.30 WIB hingga 09.00 WIB. Jam operasional tersebut berbeda dengan CFD Sudirman-Thamrin yang berlangsung hingga pukul 10.00 WIB.

"Kenapa jam 09.00? Karena memang ada masukan beberapa tempat di tempat ini digunakan tempat beribadah dan biasanya mulai jam 10.00 pagi, sehingga dengan demikian kita membedakan Car Free Day Sudirman-Thamrin yang mulai 05.30 sampai dengan jam 10.00, sementara Car Free Day di sini yaitu 05.30 sampai dengan jam 09.00 pagi," kata Pramono. 

Baca juga : Warga Jakarta Dukung Program Pilah Sampah dari Rumah

*Mayoritas Warga Ingin CFD Rasuna Said Berlanjut*

Pramono mengungkapkan bahwa dirinya secara khusus mendengarkan berbagai masukan dan pendapat warga yang hadir pada pelaksanaan CFD perdana tersebut. Dari hasil dialog langsung, mayoritas masyarakat berharap kegiatan ini dapat berlangsung secara rutin.

"Sebagian besar, hampir 95, 96 persen lebih, mereka mengharapkan Car Free Day ini menjadi, terus-menerus. Yang 5 persen kurang, mereka mengharapkan ada beberapa perbaikan, karena memang terus terang saja kan ini belum selesai secara keseluruhan," ujarnya.

Menurut Pramono, penataan kawasan Rasuna Said masih terus dilakukan dan ditargetkan selesai sebelum peresmian resmi yang direncanakan pada 22 Juni mendatang, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Jakarta.

"Baru akan secara resmi rencananya kita resmikan pada tanggal 22 Juni, bertepatan dengan ulang tahun Jakarta ke-499," katanya.

Selain menjadi ruang olahraga dan rekreasi warga, Pemprov DKI Jakarta juga memanfaatkan CFD Rasuna Said sebagai sarana edukasi pengelolaan sampah melalui gerakan pilah sampah.

Pramono mengatakan bahwa salah satu duta atau ambassador gerakan tersebut adalah aktris dan aktivis lingkungan Cinta Laura yang dinilai memiliki komitmen terhadap pengelolaan sampah sejak lama.

"Salah satu ambassador duta pilah sampah, adalah Cinta Laura yang memang mempunyai komitmen untuk pilah sampah dari awal, bukan karena Ingub 5 Tahun 2026, tetapi memang secara behavior keluarga itu sudah seperti itu," ujar Pramono.

Penataan Pedagang

Baca juga : DPRD DKI Minta Pemprov Siapkan Reward Program Pilah Sampah

Meski mendapat respons positif dari masyarakat, Pemprov DKI Jakarta mengakui masih terdapat sejumlah catatan yang perlu diperbaiki dalam pelaksanaan CFD Rasuna Said.
Pramono menyebut sebagian keluhan warga berkaitan dengan proses pembangunan kawasan yang masih berlangsung, termasuk penataan pohon dan fasilitas pendukung.

"Mereka melihat sepanjang jalan terutama yang di sisi timur ini kan belum 100 persen selesai. Masih ada pohon-pohon yang sedang ditanam karena memang baru selesai tanggal 22 Juni yang secara resmi akan kami resmikan," ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga akan melakukan pembenahan terkait kebersihan dan pengaturan pedagang agar tidak mengganggu aktivitas warga selama CFD berlangsung.

"Sarannya terutama untuk menyangkut kebersihan dan juga pengaturan para pedagang yang akan berjualan di sekitar sini," kata Pramono.

Ia menegaskan bahwa jalur utama CFD tidak diperbolehkan digunakan untuk aktivitas berdagang.

"Memang jalur Car Free Day terus terang tidak kita perbolehkan untuk siapa pun berdagang di tempat itu. Cuma hanya memang caranya mungkin lebih soft, tidak kemudian menimbulkan polemik di ruang publik," ujarnya.

Tidak Terlalu Padat

Salah satu pengunjung CFD, Nova (44), mengaku baru pertama kali mencoba berolahraga di kawasan Rasuna Said. Warga Pondok Gede tersebut datang menggunakan LRT untuk menikmati suasana CFD yang dinilainya lebih nyaman dibanding lokasi lain.

"Ini sih menurut saya, kalau dengan adanya LRT, saya lebih terjangkau. Dan untuk tambahan ruang terbuka ini, saya lebih apa ya, bisa lebih menikmati lah kalau di sini. Kalau di Sudirman kan lebih padat ya," ujar Nova.

Baca juga : Puncak Haji Dimulai, PPIH Siaga Layani Jemaah Di Armuzna

Menurutnya, jam operasional CFD hingga pukul 09.00 WIB sudah tepat karena kawasan tersebut dikelilingi sejumlah fasilitas umum dan rumah sakit.

"Karena di sini kan banyak ada rumah sakit ya kalau saya lihat ada beberapa. Mungkin di jam 9 lebih tepat untuk selesainya," katanya.

Senada dengan Nova, pesepeda bernama Nindy (38) menilai CFD Rasuna Said mampu mengurangi kepadatan yang selama ini terjadi di kawasan Sudirman-Thamrin.

"Mengurangi kepadatan di sana sih. Di CFD yang di Thamrin kan udah padat banget tuh.Kayaknya buat gowes itu agak sempit ya karena lebih banyak udah rame banget yang lari. Jadi kalau di sini sih masih agak lengang sih kalau buat sepeda," ujarnya.

Nindy mengaku sudah dua kali mengikuti CFD di Rasuna Said dan sejauh ini merasa lebih nyaman saat bersepeda.

"Lebih lengang di sini sih, untuk yang baru kedua kali ini sih sejauh ini nyaman, lebih nyaman di sini Mbak," katanya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.