Dark/Light Mode

Warga Jakarta Dukung Program Pilah Sampah dari Rumah

Jumat, 29 Mei 2026 14:36 WIB
Ketua Rukun Tetangga (RT) Bidara Cina, Cawang, Jakarta TimurSuparman (63). (Foto: Zahra/RM)
Ketua Rukun Tetangga (RT) Bidara Cina, Cawang, Jakarta TimurSuparman (63). (Foto: Zahra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menerapkan program pemilahan sampah dari rumah untuk mengurangi volume sampah yang dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang serta meningkatkan kesadaran warga terhadap kebersihan lingkungan.

Sejumlah warga di kawasan Bidara Cina, Cawang, Jakarta Timur menyambut positif rencana tersebut. Meski sosialisasi resmi di tingkat lingkungan belum sepenuhnya dilakukan, warga sudah mengetahui informasi program itu melalui pemberitaan maupun kegiatan masyarakat seperti dasawisma.

Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat, Suparman (63) mengatakan selama ini sampah rumah tangga masih dibuang dalam keadaan tercampur antara sampah organik dan plastik karena belum ada aturan resmi di lingkungan warga. 

Namun ia mendukung penuh program pemilahan sampah karena dinilai dapat membantu mengurangi beban sampah di Bantargebang dan meningkatkan kepedulian masyarakat.

Menurutnya, kebiasaan tersebut masih berlangsung karena belum adanya aturan resmi di tingkat lingkungan. 

“Untuk warganya sendiri saat ini masih membuang sampah dicampur plastik dan sampah rumah tangga lainnya dan masih dibayar oleh warga," kata Suparman kepada Rakyat Merdeka, Jumat (29/5/2026). 

Baca juga : DPRD DKI Minta Pemprov Siapkan Reward Program Pilah Sampah

Meski demikian, Suparman mendukung penuh rencana pemilahan sampah yang akan diterapkan. Ia menilai langkah tersebut penting untuk mengurangi sampah di Bantar Gebang serta mendorong masyarakat lebih peduli terhadap pengelolaan sampah sejak dari rumah.

"Dengan adanya pemilahan sampah tersebut bagus ya jadi untuk mengurangi beban sampah di bantar gebang jadi memang harus dipilah dari rumah masing masing," katanya. 

Menurut Suparman, informasi mengenai program pemilahan sampah sejauh ini lebih banyak diketahui warga melalui pemberitaan dan pembicaraan di lingkungan sekitar. 

"Untuk saat ini belum ada pemilahan sampah karena secara resmi dari rw pun belum ada surat yang resmi untuk pemilahan tapi menurut berita kan bulan agustus ya, jadi insyaAllah ketika arisan kita juga akan memberi tahu kepada warga mengenai pemilahan sampah tersebut," jelas Suparman.

Hal senada disampaikan oleh Nur Hayati (56), warga RT 8, yang mengaku sudah mengetahui rencana pemilahan sampah melalui kegiatan dasawisma. Ia menilai program tersebut akan mempermudah petugas kebersihan dalam mengelola sampah rumah tangga. 

"Oh iya saya sudah tahu mengenai pemilahan sampah tersebut dari dasawisma, dan menurut saya bagus sih biar kita bisa tahu milih-milih jadi tukang sampahnya juga ga repot ya," kata Nur. 

Baca juga : Dharma Jaya Dukung Kelancaran Kurban PWNU DKI Jakarta

Nur Hayati menjelaskan bahwa selama ini sampah rumah tangga masih bercampur, meski jumlah sampah anorganik seperti botol plastik atau kardus di rumahnya tidak terlalu banyak. Ia berharap nantinya sampah organik dan anorganik dapat dipisahkan dengan baik 

"Misalnya organik sekiranya kaya plastik, kertas, kardus bisa dipilih ga jadi satu. Saya setuju banget lah dengan adanya pemilahan sampah ini. supaya lingkungan kita juga bersih gitu dengan adanya pemilahan sampah ini," jelasnya. 

Selain membantu pengelolaan sampah, warga juga berharap program tersebut mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Nur Hayati menegaskan dukungannya terhadap kebijakan pemilahan sampah karena dinilai membawa dampak positif bagi masyarakat.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan resmi mencanangkan gerakan pemilahan sampah dari rumah pada Minggu, 10 Mei 2026. 

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, mengatakan program tersebut menjadi langkah serius pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan sampah di ibu kota sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan.

“Sekarang ini Ingubnya kan sudah saya tanda tangani dan sudah disosialisasikan semua wali kota termasuk bupati Pulau Seribu juga terlibat di dalam sosialisasi di wilayahnya masing-masing,” ujar Pramono di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (8/5/2026).

Baca juga : Dana CSR BUMD Buat Urus Problem Sampah & Sanitasi

Sebelum diterapkan secara luas di seluruh Jakarta, Pemprov DKI diketahui telah melakukan uji coba program pemilahan sampah rumah tangga di beberapa wilayah. 

“Sebenarnya sudah kurang lebih tiga bulan ini di Rorotan, di Cilincing, apa kita sudah melakukan hal yang sama dan hasilnya cukup baik,” kata Pramono.

Pramono menegaskan bahwa langkah ini menjadi bagian dari upaya besar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk mengurangi volume sampah yang selama ini dikirim ke TPST Bantargebang. 

“Sebagai tindak lanjut dari program pemilahan sampah yang kemarin sudah kita canangkan, maka Pemerintah DKI Jakarta melalui Pasar Jaya akan bekerja sama dengan masyarakat yang mempunyai concern untuk penanganan sampah terutama sampah organik dan anorganik,” kata Pramono di Pasar Kramat Jati pada Senin (11/5/2026).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.