Dark/Light Mode

Pramono Tegaskan Kenaikan Tarif Transjabodetabek Hanya Pada Rute Tertentu

Jumat, 12 Juni 2026 16:02 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Zahra/RM)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Zahra/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, memberikan klarifikasi terkait isu kenaikan tarif layanan Transjabodetabek yang belakangan ramai diperbincangkan publik. 

Pramono menegaskan bahwa tidak semua rute Transjabodetabek akan mengalami kenaikan tarif hingga Rp 10.000 sampai Rp 15.000 sebagaimana yang beredar di sejumlah pemberitaan.

Penjelasan tersebut disampaikan Pramono saat meninjau pengelolaan sampah di kawasan Joglo, Jakarta Barat, pada Kamis (11/6/2026). 

"Jadi saya ingin menjelaskan karena sudah di beberapa media itu mengutipnya menurut saya tidak proper. terutama untuk TransJabodetabek seakan-akan akan mengalami kenaikan 10 sampai dengan 15 ribu. Tidak semua TransJabodetabek itu akan mengalami kenaikan yang seperti itu," kata Pramono. 

Baca juga : Kakorlantas: Tingkat Pengaduan Terkait Tugas Polantas Hanya 6,8 Persen

Pramono menjelaskan bahwa rencana penyesuaian tarif hanya akan diberlakukan pada sejumlah rute tertentu yang memiliki biaya operasional lebih tinggi dibandingkan rute lainnya. 

Menurutnya, kebijakan tarif nantinya tetap akan mempertimbangkan kemampuan masyarakat sekaligus keberlanjutan layanan transportasi publik yang terintegrasi antara Jakarta dan wilayah penyangga.

"Mungkin satu-dua yang akan mengalami penyesuaian harga, tetapi saya tetap akan memberlakukan TransJabodetabek sama dengan TransJakarta. Angkanya berapa nanti segera akan kami putuskan," ujarnya. 

Gratis untuk 15 Golongan

Dalam keterangannya, Pramono juga mengingatkan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta masih mempertahankan kebijakan tarif gratis bagi 15 golongan masyarakat yang berhak mendapatkan layanan tersebut. 

Baca juga : Prabowo Tegaskan, Akan Jaga Indonesia Agar Tetap Jadi Negara Demokrasi

Ia mencontohkan bahwa warga lanjut usia berusia di atas 60 tahun tetap dapat menikmati layanan transportasi secara gratis sesuai ketentuan yang berlaku.

"Karena memang dalam kondisi seperti ini teman-teman sekalian, kalau bagi warga Jakarta 15 golongan itu kan sudah digratiskan. Saya yakin di tempat ini Bapak-bapak yang sebenarnya walaupun ini warga yang mampu, yang usianya di atas 60 tahun itu gratis," katanya. 

Pramono menegaskan bahwa fokus utama pemerintah bukan semata-mata pada penyesuaian tarif, melainkan meningkatkan kenyamanan dan kualitas layanan Transjabodetabek agar semakin banyak masyarakat yang beralih menggunakan transportasi umum.

"Nah, jadi sekali lagi bagi saya yang paling penting bukan perubahan atau penyesuaian harga, tetapi membuat warga Jakarta lebih nyaman, lebih menikmati TransJabodetabek," jelas Pramono. 

Tingkatkan Pengguna Aktif

Baca juga : Prabowo Targetkan Renovasi 400 RS dan Modernisasi 10 Ribu Puskesmas dalam 3 Tahun

Lebih lanjut, Pramono mengungkapkan harapannya agar jumlah masyarakat yang menggunakan Transjabodetabek secara berkelanjutan dapat terus meningkat. 

Ia menyebut peningkatan jumlah pengguna aktif hingga mencapai 30 persen akan menjadi pencapaian yang membanggakan bagi pemerintah daerah.

"Karena sekarang ini sudah 93 persen konektivitas tersambung, tapi masih di bawah 30 persen orang yang secara terus-menerus menggunakan TransJabodetabek. Jadi saya ingin itu. Kalau kadonya apa, kalau kadonya bisa 30 persen, alhamdulillah," imbuhnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.