Dark/Light Mode

Pelanggaran Lawan Arus Masih Marak, Ancam Keselamatan Pengguna Jalan

Jumat, 10 Juli 2026 22:23 WIB
Petugas polisi dan dishub menindak pengendara motor melawan arah di Jl. Rawajati, Kalibata, Pancoran Kota, Jakarta Selataan. (Foto: X Dishub DKI Jakarta)
Petugas polisi dan dishub menindak pengendara motor melawan arah di Jl. Rawajati, Kalibata, Pancoran Kota, Jakarta Selataan. (Foto: X Dishub DKI Jakarta)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pelanggaran melawan arus yang dilakukan pengendara sepeda motor masih kerap terjadi di berbagai ruas jalan dan menjadi ancaman serius bagi keselamatan berlalu lintas. Meski penertiban terus dilakukan, praktik tersebut masih berulang dan membahayakan pengguna jalan lain, termasuk pejalan kaki.

Fenomena itu masih mudah ditemui di sejumlah titik di Jakarta, seperti kawasan Kampung Melayu, Kalibata, Cawang, hingga sejumlah ruas jalan lainnya. Kondisi serupa juga terjadi di berbagai daerah, baik di kawasan perkotaan maupun pelosok.

Banyak pengguna jalan mengaku kerap dikejutkan oleh sepeda motor yang tiba-tiba muncul dari arah berlawanan ketika mereka melaju di jalur yang benar. Situasi tersebut memaksa pengendara maupun pejalan kaki meningkatkan kewaspadaan untuk menghindari kecelakaan.

Baca juga : Ibas: Demokrat Harus Jadi Motor Pembangunan Dan Kesejahteraan Rakyat

Salah seorang pejalan kaki mengaku sering merasa khawatir saat menyeberang jalan karena masih banyak pengendara yang nekat melawan arus.

"Kadang saya sudah lihat kanan-kiri sesuai arah kendaraan, tiba-tiba ada motor datang dari arah yang tidak semestinya. Sangat berbahaya, apalagi untuk anak-anak dan orang tua," ujar Rudi saat ditemui wartawan, Jumat (10/7/2026).

Menurutnya, sebagian pengendara memilih melawan arus hanya untuk menghemat waktu atau menghindari putaran yang lebih jauh. Padahal, tindakan tersebut justru meningkatkan risiko kecelakaan bagi diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Baca juga : Pertemuan Prabowo dan PM Wong Hasilkan 26 Kesepakatan, Berikut Rinciannya

Di berbagai lokasi, kepolisian bersama Dinas Perhubungan telah memasang berbagai fasilitas pendukung keselamatan, seperti water barrier, traffic cone, pagar pembatas, marka jalan, dan rambu larangan. Petugas juga rutin melakukan pengaturan lalu lintas.

Namun, pelanggaran masih terus terjadi. Ketika satu pengendara melawan arus, pengendara lain kerap mengikuti sehingga perilaku tersebut seolah menjadi kebiasaan yang dianggap wajar.

Padahal, sistem lalu lintas dirancang agar setiap pengguna jalan dapat memprediksi arah datangnya kendaraan. Kendaraan yang muncul dari arah berlawanan mempersempit waktu reaksi pengendara lain dan meningkatkan potensi terjadinya kecelakaan.

Baca juga : Tahun Ajaran Baru, Wamenperin Ajak Orang Tua Beli Peralatan Sekolah Lokal

Keselamatan di jalan raya tidak hanya bergantung pada kelengkapan infrastruktur atau kehadiran petugas, tetapi juga pada kesadaran masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas. Melawan arus bukan sekadar pelanggaran, melainkan tindakan yang mengabaikan hak pengguna jalan lain untuk berkendara dan beraktivitas dengan aman.

Karena itu, budaya tertib berlalu lintas perlu dibangun dari kesadaran setiap individu agar jalan raya menjadi ruang bersama yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.