Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Arsenal Minat! Vinicius Jr Dibanderol Rp 3 Triliun
- Komisi XIII: Praktik Bisnis Berbasis HAM di Freeport Patut Dicontoh
- Julius Firdaus Haru di Konser Sole Amore, Kenang Sahabat Tercinta
- Limbah Sawit Berpotensi Jadi Produk UMKM Bernilai Tambah Tinggi
- Manfaat Ganda PSEL: Sampah Terurai, Lapangan Kerja Tercipta
Pramono Imbau Warga Tidak Sebar Informasi Hoaks Soal Bentrokan di Matraman
Senin, 27 Juli 2026 20:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing emosi menyusul bentrokan maut yang terjadi di kawasan Jalan Matraman Dalam dan Jalan Tambak I, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat.
Dalam pernyataannya, Pramono menyampaikan rasa duka dan keprihatinan atas peristiwa yang mengakibatkan jatuhnya korban tersebut.
"Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tentunya menyampaikan keprihatinan yang sangat mendalam, sedih, berduka dengan peristiwa yang terjadi di kawasan Matraman," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (27/7/2026).
Sebagai langkah awal penanganan, Pramono mengatakan dirinya telah menginstruksikan seluruh jajaran Pemprov DKI Jakarta untuk berkoordinasi dengan aparat penegak hukum serta berbagai elemen masyarakat.
"Saya telah melakukan dan menginstruksikan kepada jajaran Pemerintah DKI Jakarta untuk berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, guna menjaga situasi agar tetap berjalan dengan kondusif dan damai," ujarnya.
Pramono juga menaruh harapan penuh kepada aparat penegak hukum agar dapat menangani kasus bentrokan tersebut secara profesional sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Baca juga : Pramono Siapkan Ring Tinju Untuk Tekan Tawuran di Jakarta
"Pemerintah Jakarta sepenuhnya menaruh harapan setinggi mungkin kepada aparat penegak hukum untuk menyelesaikan persoalan ini secara baik-baik, melakukan penyelidikan, penyidikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," tutur Pramono.
Selain meminta aparat bekerja secara maksimal, Gubernur DKI Jakarta juga mengajak masyarakat untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang berpotensi memperluas konflik.
"Sebagai Gubernur Jakarta saya menghimbau kepada semua masyarakat kita untuk kepala dingin, tidak melakukan tindakan provokasi yang berpotensi untuk memperluas konflik, tidak menyebarkan informasi atau disinformasi yang tidak berdasarkan fakta, dan tidak merusak fasilitas umum," jelasnya.
Imbauan tersebut disampaikan sebagai upaya menjaga stabilitas keamanan di Ibu Kota setelah insiden bentrokan yang terjadi di kawasan Matraman.
Pada kesempatan yang sama, Pramono kembali mengingatkan pentingnya menjaga Jakarta secara bersama-sama. Menurutnya, keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat sehingga diperlukan sikap saling menjaga dan menahan diri di tengah situasi yang sedang berkembang.
"Sekali lagi saya mengajak, seperti hal yang selalu berulang kali saya sampaikan, Jakarta ini perlu kita jaga bersama-sama, maka Jaga Jakarta menjadi penting dalam kondisi yang seperti ini," imbuhnya.
Baca juga : Pramono Perluas Syarat Penerima Transportasi Umum Gratis di Jakarta
Pramono memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah melakukan koordinasi intensif bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menyusul bentrokan antarwarga yang menewaskan sejumlah korban di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
"Jadi kami telah melakukan koordinasi antara TNI, Polri, Pemerintah DKI Jakarta untuk menjaga ini agar kondusif," kata Pramono.
Menurut Pramono, koordinasi lintas instansi menjadi langkah utama dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan setelah bentrokan terjadi.
"Karena tagline Jaga Jakarta ini memang kita gunakan bersama dan saya yakin mudah-mudahan sekarang ini yang di lapangan sudah mulai tenang," katanya.
Ia menyampaikan optimismenya bahwa situasi di lokasi bentrokan mulai berangsur kondusif. Berdasarkan koordinasi yang dilakukan bersama aparat di lapangan, kondisi keamanan disebut telah mengalami perbaikan sehingga masyarakat diharapkan tidak lagi merasa khawatir terhadap potensi gangguan susulan.
"Tidak tersulut lagi dengan hal-hal yang apa, berkembang yang terjadi karena disinformasi," imbuhnya.
Baca juga : Brantas Abipraya Kebut Pemulihan Infrastruktur Pascabencana di Sumatera
Sebelumnya, Polda Metro Jaya menetapkan tujuh orang sebagai tersangka dalam kasus bentrokan maut di wilayah Menteng, Jakarta Pusat. Bentrokan yang terjadi Minggu (26/7/2026) itu menewaskan satu orang inisial K (23 tahun).
Dari tujuh tersangka itu, empat orang yaitu GNA, AJL, FAM, dan ELL, diduga terlibat dalam perusakan gerobak pedagang. Sementara, tiga orang lainnya yaitu SK, AS, dan OR, diduga melakukan pengeroyokan hingga menyebabkan korban meninggal dunia.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menerangkan, penetapan tersangka dilakukan berdasarkan keterangan delapan saksi, rekaman CCTV, dan alat bukti lainnya.
"Peristiwa yang terjadi saat ini ditangani oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Pusat," kata Budi, saat meninjau lokasi kejadian di Jalan Matraman Dalam, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (27/7/2026).
Budi menjelaskan, bentrokan bermula dari suara knalpot kendaraan yang bising hingga mengganggu warga sekitar. Warga kemudian meneriaki pengendara itu. Pengendara tersebut tidak terima dan kembali ke lokasi.
Saat pengendara itu kembali, orang yang meneriakinya sudah tidak berada di tempat. Pengendara itu kemudian melampiaskan emosinya dengan merusak gerobak makanan milik seorang pedagang.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya