Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Truk Sampah Butut Milik Pemprov DKI Jadi Kendala Operasional RDF Rorotan
Selasa, 11 Agustus 2026 16:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan pengoperasian fasilitas pengolahan sampah Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Jakarta di Rorotan, Jakarta Utara, belum berjalan maksimal.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, RDF Rorotan memiliki tiga line pengolahan yang secara keseluruhan dirancang untuk menangani volume sampah dalam jumlah besar. Namun, pengoperasian seluruh line masih menunggu kesiapan sejumlah aspek, terutama sarana transportasi pengangkutan sampah menuju fasilitas tersebut.
"Seperti kita ketahui kapasitas Rorotan ini didesain antara 2.200 sampai dengan 2.400, ada tiga line," kata Pramono di RDF Rorotan, Senin (10/8/2026).
*RDF Rorotan Baru Beroperasi Satu Line*
Pramono menjelaskan, dari tiga line yang tersedia, saat ini baru satu line yang telah beroperasi penuh. Kapasitas produksi dari line tersebut mencapai sekitar 800 ton sampah per hari.
Sementara itu, line kedua dan ketiga masih dalam tahap persiapan. Kondisi tersebut membuat volume sampah yang dapat diolah di RDF Rorotan masih jauh di bawah kapasitas maksimal fasilitas.
Baca juga : Sofa Bekas Hingga Puing Sisa Bangunan Menumpuk di TPS Liar Kramat Jati
"Tapi sekarang, praktis hampir tidak pernah ada protes tentang bau dan juga komplain tentang kenaikan emisinya. Produksinya sendiri dari tiga line yang sudah beroperasi penuh satu line, yaitu 800 ton per hari," ujarnya.
Menurut Pramono, kondisi tersebut berbeda dengan masa awal pengoperasian RDF Rorotan. Ketika fasilitas tersebut mulai menjadi perhatian masyarakat, persoalan bau sempat menjadi salah satu keluhan warga yang tinggal di sekitar lokasi.
"Ketika kunjungan saya berkali-kali ke tempat ini, pada waktu itu masyarakat begitu sampai di sini pasti protes karena apa? Baunya yang kemudian mengganggu masyarakat yang ada di lokasi terdampak," tutur Pramono.
Pramono menegaskan bahwa kendala utama yang membuat pengolahan sampah di RDF Rorotan belum mencapai kapasitas maksimal bukan terletak pada fasilitas RDF itu sendiri.
Menurut dia, RDF Rorotan membutuhkan sarana transportasi khusus agar pengangkutan sampah dapat berlangsung dengan lebih aman dan tidak menimbulkan persoalan lingkungan selama perjalanan.
"Kalau kemudian transportasinya itu tidak ada hambatan, karena problemnya di sini sekarang bukan bukan RDF Rorotan sendiri, tetapi adalah transportasi, butuhkan transportasi khusus," katanya.
Tiga Line Akan Dioperasikan
Baca juga : Program Kerakyatan Jangan Dipangkas Ya
Pramono mengatakan, apabila pasokan sampah yang dapat dikirim ke RDF Rorotan mencapai sekitar 2.000 ton per hari, Pemprov DKI Jakarta akan mengoperasikan tiga line secara bersama-sama.
Namun, jika volume pengiriman masih berada di kisaran 1.000 ton per hari, pengoperasian akan disesuaikan dengan jumlah sampah yang tersedia.
"Kalau memang bisa katakanlah sampah di sini setiap harinya bisa 2.000, maka tiga line itu akan kami operasikan secara bersama-sama. Kalau masih 1.000 pengiriman sampahnya, maka satu line, sekarang line yang satu ini rata-rata 800, kami akan gunakan line yang kedua untuk produksi antara 200-400 ton," jelasnya.
Dengan skema tersebut, tingkat pengoperasian RDF Rorotan akan sangat bergantung pada kelancaran pengiriman sampah dari tempat-tempat penampungan menuju fasilitas pengolahan.
"Jadi sangat bergantung transportasinya dan untuk itu saya sudah menginstruksikan semua truk sementara ini harus pakai yang compactor yang tidak ada pembuangan air lindinya, tidak berbau. Problemnya adalah memang secara jujur kami akui adalah, sarananya transportasi," katanya.
Akses Jalan Jadi Persoalan
Selain jenis kendaraan, akses jalan menuju RDF Rorotan juga menjadi perhatian Pemprov DKI Jakarta. Pramono mengakui kondisi jalan menuju fasilitas tersebut saat ini belum ideal untuk mendukung mobilitas truk pengangkut sampah dalam jumlah besar.
Baca juga : Hidran Hilang, Nyawa Warga Dipertaruhkan
"Karena jalannya masih seperti yang tadi teman-teman alami, untuk masuk ke tempat ini tidak gampang. Dan itulah yang segera akan kami selesaikan," tutur Pramono.
Untuk memperbaiki akses tersebut, Pramono mengatakan dirinya telah meminta Dinas Bina Marga DKI Jakarta segera menyelesaikan pembangunan jalan yang akan digunakan sebagai jalur khusus transportasi sampah menuju RDF Rorotan.
"Saya sudah meminta kepada Dinas Bina Marga untuk menyelesaikan hal ini, pembebasan lahan sudah dilakukan. Kami segera untuk membangun jalan khusus untuk sarana transportasi menggunakan truk compactor yang menuju dari TPS 3R ke tempat ini," imbuhnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya