Dark/Light Mode

Gubernur Geram, Minta Pencurinya Ditindak Tegas

Hidran Hilang, Nyawa Warga Dipertaruhkan

Senin, 10 Agustus 2026 06:25 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Dok. Pemprov DKI Jakarta)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Foto: Dok. Pemprov DKI Jakarta)

RM.id  Rakyat Merdeka - Aksi maling mengembat komponen konektor hidran di sejumlah wilayah Ibu Kota membuat Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, murka. Tidak hanya merugikan fasilitas publik, pencurian tersebut menghambat petugas pemadam kebakaran mendapatkan pasokan air saat berjibaku memadamkan amukan si jago merah.

Gubernur Pram meminta aparat penegak hukum bersama Dinas terkait, mengambil tindakan tegas terhadap pelaku pencurian komponen konektor atau kopling sambungan hidran milik Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) DKI Jakarta di sejumlah wilayah. 

Menurutnya, pencurian tersebut mengganggu upaya penanganan kebakaran, karena hidran merupakan salah satu sumber pasokan air utama bagi petugas Gulkarmat. 

Pram menegaskan, ulah maling itu, sangat membahayakan masyarakat korban kebakaran yang membutuhkan langkah cepat para petugas Gulkarmat. 

Baca juga : Skandal Gratifikasi Seks PSSI-nya Korsel

“Saya sudah melihat itu. Saya minta Satpol PP dan Gulkarmat memonitor dan menjaganya,” kata Pram di Ciangir, Legok, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (31/7/2026). 

Dia menjelaskan, sebelumnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menerima laporan mengenai hilangnya sejumlah komponen hidran di beberapa lokasi. “Memang benar, di beberapa taman dan bangunan, hidrannya diambil,” tandas Pram. 

Dia juga menyinggung salah satu akibat pencurian ini, yakni air meluap karena hidran mengalami gangguan. Permasalahan tersebut sudah diatasi. “Saya meminta aparat penegak hukum dan Dinas terkait mengambil tindakan tegas terhadap hal tersebut,” tutup Pram. 

Sebelumnya, puluhan komponen konektor atau kopling sambungan hidran, dilaporkan hilang di Jakarta Timur. Salah satu kasus, terjadi di Duren Sawit. 

Baca juga : Misi Tahan Verstappen, Red Bull Racing Rekrut Direktur Aston Martin

Pencurian terhadap fasilitas publik yang membahayakan masyarakat, diduga juga terjadi di Taman Apung Kali Besar, dekat kawasan wisata Kota Tua. Kota Tua berada di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Barat. 

Namun, Taman Apung masuk ke dalam wilayah Jakarta Barat. Tepatnya di Jalan Kali Besar Barat, Pinangsia, Taman Sari. 

Saat berkunjung ke Taman Apung pada Sabtu (1/8/2026), videografer Rakyat Merdeka melihat ada delapan jembatan untuk turun ke Taman Apung Kali Besar yang posisinya lebih rendah dari Jalan Kali Besar Barat. 

Empat jembatan berada di depan Hotel House of Tugu. Empat lagi berada di sisi lain Kali Besar, tepatnya di depan Gedung Toko Merah. 

Baca juga : Dita Karang, Go Public Pacarin YouTuber Korea

Beberapa pelat besi untuk pijakan pengunjung di salah satu jembatan, sudah tidak ada. Diduga, dicolong maling. Sehingga, pengunjung yang melintasinya, berpotensi tercebur ke Kali Besar. 

Jembatan yang lantainya sudah bolong-bolong ini, berada di depan Hotel House of Tugu. Di seberang Gedung Toko Merah. 

Sedangkan di beberapa jembatan lain, anak tangga terbawahnya tampak tidak pas turun ke Taman Apung. Malah ada anak tangga yang langsung masuk ke dalam air Kali Besar. Kondisi itu membahayakan pengunjung yang turun ke Taman Apung. [RAA/EDY]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.