Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Tim Hukum Febrie: Jawaban Polri dan Kejagung Perkuat Praperadilan
- Rapat 4 Jam di BPKP, Hashim & Ara Bahas Pembentukan Tim Kawal Investasi Qatar
- Tahan Suku Bunga Di 5,75%, BI Fokus Jaga Stabilitas Rupiah
- Penyelundupan 2,6 Ton Sabu Cair Digagalkan, MMB: Kado Indah HUT Kemerdekaan
- Juara Dewata Series, Igor Tolic Puji Mentalitas Skuad Persib
Nggak Ada Awan, Pramono Kesulitan Turunkan Hujan Buatan Di Jakarta
Rabu, 19 Agustus 2026 14:34 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengatasi kondisi kemarau di Jakarta belum dapat dilakukan. Kendala utama pelaksanaan operasi tersebut adalah tidak adanya awan yang dapat menjadi sasaran intervensi cuaca.
Pramono mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sebenarnya telah meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk segera mempersiapkan pelaksanaan OMC.
“Hal yang berkaitan dengan OMC atau intervensi cuaca, karena sampai dengan hari ini, terus terang awannya itu nggak ada," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Baca juga : Pake Dana KLB, Perbaikan Sekolah Rusak di Jakarta Nggak Kurangi Beasiswa LPDP
Menurut Pramono, keberadaan awan menjadi faktor penting dalam pelaksanaan modifikasi cuaca. Karena itu, meskipun pemerintah telah menyiapkan langkah intervensi, operasi tidak bisa dipaksakan ketika tidak terdapat awan yang memenuhi kondisi untuk dilakukan penyemaian.
“Berkali-kali saya sudah memerintahkan kepada BPBD untuk segera melakukan modifikasi cuaca tapi karena nggak ada awan, nggak bisa turun," katanya.
Pramono menegaskan bahwa pelaksanaan OMC tetap harus mempertimbangkan kondisi ilmiah. Pemerintah tidak dapat menjalankan modifikasi cuaca hanya berdasarkan kebutuhan hujan apabila tidak tersedia awan sebagai objek intervensi.
Baca juga : RDF Rorotan Butuh Truk Compactor & Jalan Layak
“Seperti yang beberapa hari yang lalu dilakukan oleh Damkar dan sebagainya, mereka menggunakan alat-alatnya untuk menebar air untuk mengurangi ini," ujarnya.
Pramono mengatakan pemerintah tidak tinggal diam menghadapi kondisi tersebut. Selain mempersiapkan kemungkinan OMC, pemerintah juga melakukan langkah-langkah lain untuk mengantisipasi dampak kemarau, termasuk risiko kebakaran dan persoalan ketersediaan air.
“Sekali lagi tentunya ini adalah keadaan given. Dan pemerintah DKI Jakarta tetap berusaha untuk bisa modifikasi cuaca," tuturnya.
Baca juga : Pemprov DKI & PAM Jaya Serahkan Bantuan Ambulans untuk Masyarakat Suku Baduy
Menurut Pramono, pelaksanaan OMC akan segera dilakukan apabila kondisi awan memungkinkan. Dengan demikian, waktu pelaksanaan operasi sangat bergantung pada hasil pemantauan kondisi cuaca dan keberadaan awan di sekitar wilayah sasaran.
“Tetapi sekali lagi, bisa modifikasi cuaca itu dalam kondisi ilmiahnya selama ada awannya pasti akan segera kami lakukan," imbuhnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya