Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bioskop Segera Dibuka Saat Posivity Rate Di Atas 10 Persen
Duh, Pak Gubernur Lupa Janji Tarik Rem Darurat
Kamis, 27 Agustus 2020 06:43 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Banyak pihak masih berharap agar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menarik tuas rem darurat untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 yang kian merajalela.
Tetapi ada juga merasa pesimistis, kebijakan rem darurat itu nggak bakal terwujud. Sebab, dalam waktu dekat ini bioskop pun mau dibuka kembali. ‘’Lupakanlah itu, Anies nggak bakal menarik tuas rem darurat seperti lockdown atau terapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seperti saat awal. Wong, bioskop aja mau dibuka kok,’’ ucap Joko, warga Jakarta Timur, kemarin.
Hal berbeda disampaikan pembaca Rakyat Merdeka dengan nomor handphone 08117506xxx dalam rubrik WA Aje, di halaman ini, edisi hari ini. Dia masih berharap agar Gubernur Anies menarik rem darurat untuk mencegah penularan corona.
Baca juga : Waspada, Dalam Sepekan Terakhir, Positivity Rate DKI Tembus 10 Persen
Ketua Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI Jakarta, Ahmad Idris, menagih kebijakan rem darurat yang pernah dijanjikan Anies Baswedan. “PSI menagih janji untuk menarik rem darurat ketika keadaan bahaya angka positivity rate di atas 10 persen,” tagih Ahmad.
Ditegaskannya, kebijakan PSBB transisi yang diterapkan saat ini tidak efektif dalam menghentikan laju pandemi corona. Justru bertambah klaster penularan di tempat umum seperti perkantoran dan pasar yang kemudian menyebar dan menular lebih luas lagi.
“Ditambah lagi klaster bioskop nanti jika jadi diperbolehkan operasi. Segera ambil opsi rem darurat seperti memberlakukan PSBB awal,” pintanya.
Baca juga : Bamsoet: Segera Audit Semua Yayasan Dana Pensiun dan Asuransi Milik Pemerintah
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, M Taufik menyarankan, Pemprov DKI Jakarta benar- benar mempertimbangkan membuka kembali bioskop. “Apalagi itu di dalam ruangan lebih dari satu jam. Risikonya tinggi,” kata M Taufik, dalam perbincangan kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Jikapun benar-benar diperbolehkan dibuka, lanjutnya, pengelola bioskop harus ketat menerapkan protokol kesehatan. Pastikan 50 persen kapasitas, pakai masker, jaga jarak, cuci tangan dan sistemnya dibikin seminimal mungkin agar tak ada kontak fisik satu dengan yang lain.
“Misalkan dengan meniadakan pembelian karcis langsung. Harus lewat online. Yang jelas protokol kesehatan harus sangat ketat,” sarannya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya