Dark/Light Mode

Pak Polisi, Tolong Rajin Patroli Dong...

Warga Resah Kasus Begal Pegowes Di Jakarta Marak

Jumat, 23 Oktober 2020 05:40 WIB
Ilustrasi pecinta sepeda sedang asyik gowes di Ibukota. (Foto: Khairizal Anwar/Rakyat Merdeka)
Ilustrasi pecinta sepeda sedang asyik gowes di Ibukota. (Foto: Khairizal Anwar/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kasus begal pegowes di Jakarta marak belakangan ini. Warga ibukota merasa tidak aman. Sebab, pelakunya tergolong nekat. Mereka beroperasi di jalan protokol dan dekat kantor polisi pada siang hari.

"Situasi saat ini masyarakat sedang kesulitan karena dampak Corona, kini merasa nggak aman pula. Saat siang saja berani begal pesepeda. Ini meresahkan banget lho. Gimana nih, keamanan warga,’’ tanya Dony, warga Jakarta Selatan, kemarin.

Menurut Dony, sudah saatnya Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) menunjukkan taringnya memberikan rasa aman kepada warga Ibukota. ‘

’Saya dengar-dengar Kepolisian Resor (Polres) Jakarta Selatan akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) untuk mencegah begal pesepeda. Ini tentu bagus, tapi lebih bagus lagi kalau Satgas ini berada di Polda Metro Jaya,” saran Dony.

Baca juga : Komisi IV DPR Dukung Pengembangan Kawasan Bawang Putih Di Jawa Barat

Warga Jakarta lainnya, Imam Hajari, meminta personel Polda Metro Jaya melakukan patroli rutin di lokasi rawan begal, termasuk lokasi sepi. “Sekarang sepeda dianggap barang mewah. Jadi incaran penjambret dan begal. Kondisi ekonomi makin sulit. Banyak yang nekat sehingga kejahatan meningkat,” kata warga Kuningan, Jakarta Selatan ini.

Berdasarkan catatan Rakyat Merdeka, belakangan ini sudah beberapa kali terjadi aksi begal pesepeda di Jakarta. Antara lain terjadi disekitar Bundaran Hotel Indonesia (HI), Menteng, Lapangan Tembak Senayan, Hayam Wuruk, Jalan Jenderal Sudirman, dan Jalan Rasuna Said.

Rute tersebut selama ini sering digunakan pesepeda berolahraga di akhir pekan, serta berangkat dan pulang kerja. Kejadian teranyar, kasus penjambretan terhadap seorang karyawan swasta, saat bersepeda dengan teman-temannya di Bun- daran HI, Selasa (20/10) pagi.

Saat itu, korban sempat terpisah dengan temannya. Pada saat itulah, para pelaku berusaha mengambil handphone korban. Tapi pelaku tidak berhasil karena korban berupaya mempertahankan telepon genggamnya, namun korban terjatuh.

Baca juga : Laporkan 820 Kasus Baru, Jakarta Cetak Rekor Tertinggi

Sehari sebelumnya, Senin (19/10), sekitar pukul 07.30 Waktu Indonesia Barat (WIB), artis Anjasmara juga menjadi korban begal. Peristiwa terjadi di dekat kampus Unika Atma Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta Selatan.

Saat itu, Anjasmara sedang bersepeda, tiba-tiba dipepet oleh pelaku begal. Anjasmara sempat melakukan perlawanan hingga terjatuh dari sepeda. Akibatnya, dia mengalami cedera di bagian pundak.

Kasus pembegalan juga dialami seorang pekerja di Jakarta, Roland Kristiawan, pada Minggu (18/10), sekitar pukul 10.00 WIB. Dia dibegal persis di depan Lapangan Tembak Senayan, Jakarta Selatan.

Pagi itu, dia tengah gowes bersama kedua anaknya. Mereka bersepeda dari Jalan Asia Afrika mengarah ke Palmerah. Sampai di depan Lapangan Tembak, Roland kaget saat dua orang yang berboncengan sepeda motor dari belakang menghampirinya dan langsung membuka tas pinggangnya.

Baca juga : Kasus Baru di Jakarta Nambah 637, Kasus Sembuh Naik 690

Kejadiannya sangat cepat, tas berisi handphone seketika pindah tangan. Pelaku tancap gas, kabur ke arah Palmerah. Penjambretan dan pembegalan sebelumnya secara beruntun dialami pegowes di Menteng, Jakarta Pusat.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.