Dark/Light Mode

SNBT 2025: Unair Terima 3.162 Calon Maba, Nilai Tertinggi 755,94

Kamis, 29 Mei 2025 21:03 WIB
Rektor Unair, Prof. Dr. Mohammad Nasih MT, Ak CA (Foto: dok. Unair)
Rektor Unair, Prof. Dr. Mohammad Nasih MT, Ak CA (Foto: dok. Unair)

RM.id  Rakyat Merdeka - Universitas Airlangga (Unair) menerima 3.162 calon mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) 2025, dari total pendaftar berjumlah 76.238 orang. Dengan rerata nilai tertinggi 755,94 untuk program studi S1 Kedokteran.

"Ini menurut saya penting disampaikan kepada masyarakat, agar pilihannya bisa tepat. Misal, rerata 450 mau daftar S1 Kedokteran, ya masih jauh," kata Rektor Unair, Prof. Dr. Mohammad Nasih MT, Ak CA dalam konferensi pers di kampus Unair, Rabu (28/5/2025). 

Prof. Nasih menekankan, penerimaan calon mahasiswa murni berdasarkan nilai SNBT. Rerata nilai telah berdasarkan pembobotan, sesuai dengan program studinya.

Baca juga : ITB Terima 1.911 Calon Mahasiswa Jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi

"Dari subtes itu, ada bobotnya masing-masing sesuai dengan prodinya. Kedokteran tentu akan berbeda dengan teknik,” ujar Prof. Nasih. 

Jumlah Mahasiswa Penerima KIP-K

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Nasih juga menginformasikan jumlah calon mahasiswa penerima KIP-K yang diterima Unair melalui jalur SNBT 2025.

"Ada 531 calon mahasiswa penerima KIP-K jalur SNBT, dari total 12.376 yang mendaftar. Sehingga, persentase yang diterima sekitar 4,29 persen,” terangnya. 

Verifikasi Langsung 

Baca juga : Menhan Sjafrie Terima 4 Tanda Kehormatan Tertinggi Dari TNI

Prof. Nasih berharap, calon mahasiswa Unair segera melakukan pendaftaran ulang.

“Saya harap, kawan-kawan bisa memanfaatkan dengan sebaik-baiknya karena ada target yang harus dipenuhi. Kalau tidak terpenuhi, kami akan mengambil dari teman-teman (jalur) mandiri,” tutur Prof. Nasih yang juga Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unair.

Pada tahun ini, terdapat perubahan mekanisme proses pendaftaran ulang. Ada verifikasi langsung oleh calon mahasiswa, dengan datang langsung ke kampus.

Baca juga : SPAN-PTKIN 2025, Jaring Calon Mahasiswa Bertalenta Tinggi

“Verifikasi ini penting untuk kita lakukan, demi mencegah hal yang tidak diinginkan. Kalau tidak ada data faktual, risiko hukum terkait pemalsuan data bisa mungkin terjadi,” tandas Prof. Nasih. 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.