Dark/Light Mode

FMIPA UGM Dan SDR Teken MoU, Kolaborasi Riset Berlanjut Ke Akar Rumput

Selasa, 5 Agustus 2025 19:29 WIB
Penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada bersama PT Satria Duta Raya (SDR), di kampus UGM Yogyakarta, Senin (5/8). Foto: UGM
Penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada bersama PT Satria Duta Raya (SDR), di kampus UGM Yogyakarta, Senin (5/8). Foto: UGM

RM.id  Rakyat Merdeka - Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Gadjah Mada atau FMIPA UGM menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) bersama PT Satria Duta Raya (SDR) untuk membentuk aliansi riset berbasis keberlanjutan. Penandatanganan dilakukan pada Senin (5/8) di kampus UGM Yogyakarta.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari Pentahelix Collaboration Program, yang melibatkan lima unsur utama: akademisi, industri, pemerintah, komunitas, dan media. Tujuannya tidak sekadar memperkuat konektivitas antarsektor, melainkan juga menghadirkan solusi konkret bagi berbagai tantangan pembangunan nasional melalui riset, teknologi, dan pendekatan keberlanjutan.

Dekan FMIPA UGM, Prof Dr Eng Kuwat Triyana, MSi, menegaskan bahwa kemitraan ini sudah dirancang sejak lama dan menjadi langkah strategis dalam menghubungkan dunia akademik dengan realitas industri. 

Baca juga : Menteri Maman Ajak Apindo Kolaborasi Percepatan Perizinan Hingga Akses Pasar UMKM

“Kami hadir sebagai perguruan tinggi untuk bisa menyalurkan hilirisasi riset bersama industri. Tentunya ini kesempatan yang baik,” ujar Kuwat.

Hilirisasi hasil penelitian memang menjadi tantangan klasik di ranah pendidikan tinggi. Melalui kerja sama ini, FMIPA UGM tidak hanya memperluas jejaring, tetapi juga membuka jalan bagi implementasi hasil riset dalam skala nyata. 

SDR, di sisi lain, berperan memastikan bahwa kebutuhan inovasi dari lapangan mendapat respons yang cepat dan relevan dari kalangan akademisi.

Baca juga : Menteri Maman Bawa Dokumen ke KPK, Klarifikasi Polemik Perjalanan Istri ke Eropa

Dalam kerja sama ini, kedua belah pihak meluncurkan tiga program unggulan. Yang pertama adalah Vokaborasi.id, sebuah platform pembelajaran campuran atau blended learning berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Platform ini ditujukan untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia di tingkat komunitas.

Program kedua, Biosiklus.id, berfokus pada pengolahan limbah organik dan anorganik dengan pendekatan ekonomi sirkular. Model ini dinilai mampu menekan emisi karbon sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi di tingkat lokal. Sedangkan yang ketiga, ERP merahputih.id, menawarkan sistem enterprise resource planning bagi koperasi nasional, untuk mendukung program strategis seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penguatan kelembagaan Koperasi Merah Putih.

Kuwat menjelaskan, pemanfaatan teknologi dalam proyek-proyek pembangunan harus makin diperkuat, terlebih dengan pesatnya kemajuan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan pengelolaan data. Ia meyakini, jika teknologi dilibatkan secara tepat, program-program pemerintah bisa lebih efisien, adil, dan menjangkau lebih banyak kalangan. “Keterlibatan teknologi juga mendukung agar setiap program memertimbangkan aspek keberlanjutan, inklusivitas, dan berkeadilan,” kata dia.

Baca juga : Indonesia dan Jerman Perkuat Kolaborasi di Bidang Mobilitas Tenaga Kerja Terampil

Menurut Kuwat, keberhasilan kolaborasi pentahelix sangat bergantung pada kemampuan seluruh unsur untuk turun langsung ke lapangan. Di sinilah pentingnya gerakan akar rumput dan pemberdayaan masyarakat berbasis bukti serta inovasi yang aplikatif.

Senada dengan itu, Direktur PT Satria Duta Raya, Firli Firdausi, menyoroti pentingnya implementasi cepat di tengah masyarakat. Ia menyebut, perbincangan soal kolaborasi kerap hanya berhenti di tataran konsep. “Bicara tentang pentahelix, kita ingin meningkatkan kualitas hidup. Diperlukan banyak elemen dalam hal ini, maka dibutuhkanlah kolaborasi,” ujarnya.

Firli menambahkan, keterlibatan masyarakat dan komunitas lokal menjadi jantung dari setiap inovasi. Tanpa itu, riset tidak akan pernah sepenuhnya menjawab kebutuhan publik. Karena itu, SDR akan memastikan ekosistem inovasi yang dibangun bersama UGM benar-benar mampu menyentuh ruang-ruang permasalahan riil di berbagai sektor.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :