Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tidak Suka Didikte Kekuatan Tertentu
- Hari Ke-6, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal di Selat Sunda
- Telkomsel Luncurkan Halo Optima Hadirkan Kuota Hingga 2.000 GB
- Luka Menalo Kecewa, Igor Tolic Minta Maaf
- Roll To Glory FIFA ASEAN Cup 2026 Meriahkan CFD Jakarta
Sebelumnya
Kata dia, aktivitas jaringan NII yang berkiblat ke Kartosuwiryo tergolong berbahaya. "Bisa jadi motifnya selain mempertahankan negara Islam yang pernah diproklamasikan pada 7 Agustus 1949, juga ada motif balas dendam. Karena pemimpinnya Kartosuwiryo dihukum mati oleh pemerintah Indonesia," paparnya.
Menurut pemegang gelar Master Strategi di Rajaratnam School of International Studies-Nanyang Technological University (RSIS-NTU) Singapura itu, NII ini gerakan politik yang tujuan utamanya menggulingkan negara kesatuan republik Indonesia (NKRI).
Baca juga : Efek Pratama Arhan, PSIS Semarang Digandrungi Talenta Muda
"Yang menjadi perhatian aparat ketika diinterogasi adalah gerakan revolusinya dengan menggunakan golok. Mereka merekrut banyak ahli pembuat golok. Sebab kalau golok itu tidak dilarang pembuatannya ketimbang membuat senjata api," papar dia.
Sebelumnya, Datasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menyebut kelompok teroris Negara Islam Indonesia (NII) Sumatera Barat berniat menggulingkan pemerintah sebelum Pemilu 2024 berlangsung.
Baca juga : Banjir Produk Impor, UMKM Dan IKM Butuh Bantuan Pemerintah
Hal itu terungkap dari hasil pemeriksaan dan pengembangan 16 tersangka teroris yang ditangkap di Sumbar pada Maret lalu. NII Sumbar memiliki banyak rencana.
Termasuk, serangan teror yang diawali dengan mempersiapkan senjata tajam (disebut golok) dan juga mencari para pandai besi. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya