Dewan Pers

Dark/Light Mode

KPP Dan Majelis Nur Tariim Doakan Jokowi Bisa Tuntaskan Masalah Migor

Senin, 25 April 2022 11:26 WIB
Komite Pedagang Pasar bersama Majelis NU Tariim menggelar doa dan buka puasa bersama. (IST)
Komite Pedagang Pasar bersama Majelis NU Tariim menggelar doa dan buka puasa bersama. (IST)

RM.id  Rakyat Merdeka - Komite Pedagang Pasar (KPP) dan Majelis Nur Tariim menggelar buka puasa bersama pedagang dan warga depan Rumah Susun Tipar Cakung dan Pedagang Pasar Kalimalang Cakung Barat.

Sebelum buka bersama, acara diawali dengan pembagian takjil dan mendoakan Pemerintah agar bisa menstabilkan harga minyak goreng di pasaran.

"Alhamdulillah kita bisa bersama-sama mendo'akan untuk Indonesia, agar Allah berikan keberkahan untuk pedagang dan masyarakat, semoga Pemerintah mampu menstabilkan harga minyak goreng," ujar Ketua Majelis Nur Tariim Ustadz Arta.

Berita Terkait : Swab Tak Batalkan Puasa, Tapi Baiknya Dilakukan Malam Hari

Di lokasi yang sama, Ketua KPP Abdul Rosyid Arsyad mengatakan, do'a ini mereka panjatkan agar para mafia minyak goreng yang mungkin masih berada di luar sana segera sadar akan perbuatannya. Karena apa yang mereka lakukan kata Rosyid, membuat rugi para pedagang dan masyarakat.

"Kami berharap Pemerintah tegas dalam menghadapi mafia goreng. Usut semua sampai akar-akarnya mafia goreng yang menyengsarakan pedagang dan masyarakat," punya Rosyid.

Lebih lanjut dia juga mengatakan, dirinya menerima keluhan dari pedagang minyak goreng yang berada di beberapa pasar.

Berita Terkait : IMI-Gallant Venture Tetapkan Lagoi Lokasi Bintan International Circuit

Para pedagang mengeluhkan stok minyak goreng kemasan milik mereka masih berlimpah, karena harga yang sangat tinggi. "Susah jualnya daya beli menurun," katanya.

Dirinya pun berharap dengan langkah Presiden Jokowi menghentikan total kran ekspor bahan baku minyak goreng dan minyak goreng keluar negeri, dapat menurunkan harga minyak goreng kemasan yang saat ini melambung tinggi.

Menurutnya, kebijakan stop ekspor ini langkah tepat. Namun ia khawatir bakal ada efeknya bagi petani kelapa sawit dan pabrik pengolahan minyak goreng.

Berita Terkait : Tagar Turunkan Jokowi Bukan Dari Klaster Mahasiswa

Selain itu, imbasnya juga ke perdagangan internasional yang menjadi sumber devisa ekspor Indonesia.

"Mungkin kebijakan ini tidak selamanya, pastinya ada batasan waktu ditutupnya total ekspor keluar negeri. Kita tunggu saja, apakah kebijakan ini dapat menurunkan harga minyak goreng kemasan secara drastis, tidak memberatkan pedagang dan masyarakat," pungkasnya. [FAZ]