Dewan Pers

Dark/Light Mode

Dirlantas Polda Metro Jaya: Kemacetan Arus Balik Tak Bisa Dihindari

Kamis, 5 Mei 2022 21:35 WIB
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo (Foto: Antara)
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo menyebutkan, kemacetan akibat kenaikan volume kendaraan pada puncak arus balik menuju DKI Jakarta dan sekitarnya pada Lebaran 2022 tak terhindarkan.

"Yang saat ini kami lakukan adalah mengelola kemacetan. Kemacetan akibat kepadatan dan kenaikan volume arus lalu lintas tidak mungkin bisa dihindarkan," kata Sambodo, di Jakarta, Kamis (5/5), seperti dikutip Antara.

Berita Terkait : Malaysia Juga Ngerasain Macet Arus Balik Mudik

Meski demikian, Sambodo memastikan, Kepolisian bersama pemangku kepentingan terkait akan mengupayakan agar perjalanan masyarakat kembali ke Ibu Kota tidak terhambat oleh kenaikan volume kendaraan menuju Jakarta.

"Yang kami lakukan adalah bagaimana mengelola kemacetan tersebut sehingga bisa memberikan kepastian kepada masyarakat. Kita kelola agar tidak menimbulkan komplain dan membuat frustrasi masyarakat serta belajar dari arus mudik one way kemarin," ujarnya.

Berita Terkait : Turun Ke Lapangan, 3 Menteri Cek Arus Balik Di Lampung Dari Heli

Ditlantas Polda Metro Jaya memperkirakan, puncak arus balik mudik Lebaran 2022 terjadi pada H+5 atau Minggu (8/5). Kepadatan lalu lintas diprediksi terjadi karena arus kendaraan dari berbagai wilayah akan bertemu di Jakarta pada saat bersamaan.

"Pada saat arus balik itu, semuanya akan bermuara di Jakarta. Itulah sebabnya Polda Metro Jaya, khususnya Direktorat Lalu Lintas, perlu melakukan langkah-langkah rekayasa lalu lintas dan imbauan kepada masyarakat agar perjalanan arus balik tidak terhambat," ujar Sambodo.

Berita Terkait : Masih Ada Penceramah Sebarkan Radikalisme Di Bulan Ramadan

Ditlantas Polda Metro Jaya memperkirakan sekitar 269.644 kendaraan yang akan masuk Jakarta pada puncak arus balik. Pada puncak arus balik tersebut, sekitar 174.000 kendaraan diperkirakan akan datang dari arah timur, yakni dari Jawa Tengah dan Jawa Barat. [USU]