Dewan Pers

Dark/Light Mode

Mentan Kesenggol Sapi Penyakitan

Kamis, 12 Mei 2022 07:59 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (kedua kiri) saat mengecek sapi yang tertular virus PMK. (Foto: Kementan)
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (kedua kiri) saat mengecek sapi yang tertular virus PMK. (Foto: Kementan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo sedang dihadapkan pada masalah yang sangat serius. Saat ini, muncul penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang ribuan ekor hewan ternak, terutama sapi. Apakah Mentan bisa atasi masalah ini? Kita lihat saja.

PMK merupakan penyakit hewan menular akut yang berdampak signifikan terhadap ekonomi peternak. Mengingat, virus PMK ini memiliki daya tular yang sangat cepat, bisa melalui udara maupun kontak langsung pada hewan. Jenis hewan yang rentan terjangkit, umumnya ternak seperti sapi, kerbau, kambing, domba, dan ruminansia lainnya.

Sejak ditemukan pertama kali di Gresik pada 28 April lalu, wabah PMK yang menjangkit hewan ternak terus meluas di Jawa Timur. Kementerian Pertanian (Kementan) per 5 Mei melaporkan, ada 1.296 ekor sapi terjangkit PMK di Kabupaten Sidoarjo, Lamongan, Mojokerto, dan Gresik.

Berita Terkait : Mentan Jelaskan Kondisi PMK Hewan Ternak

Syahrul berjanji akan segera menyelesaikan persoalan ini. Salah satu caranya dengan vaksin. "Kita dengan segala kekuatan yang ada, akan berusaha menghadirkan vaksin dalam waktu yang sangat singkat," janji Syahrul, dalam video konferensi pers, kemarin.

Hanya saja, pembuatan vaksin PMK tidak semudah seperti membalikkan telapak tangan. Perlu proses pembuatan sampai ke proses pendistribusian. Untuk sementara, dalam 14 hari ke depan, Kementan akan berupaya mendatangkan vaksin melalui jalur impor, meski jumlahnya tidak banyak.

"Dalam waktu yang singkat ini, di 4 kabupaten dan 2 kabupaten di Aceh, maka yang dilakukan adalah menyebarkan obat yang ada, untuk menunggu vaksin kita ditemukan," terang politisi NasDem ini.

Berita Terkait : JK Dapat Penghargaan Tertinggi Dari Pemerintah Jepang

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Nasrullah menambahkan, saat ini  Komisi Ahli Kehewanan tengah melakukan pembahasan untuk mempercepat pelaksanaan pembuatan vaksin PMK di dalam negeri. "Insya Allah, mudah-mudahan dalam waktu secepatnya bisa kita buat. Karena kita sudah pernah buat dulu, saat pembebasan PMK, cuma serotipe-nya beda, sehingga harus buat ulang lagi, tapi instrumennya, ahlinya, ada di kita," kata Nasrullah.

Pada saat bersamaan, upaya-upaya meningkatkan imunitas hewan-hewan ternak juga dilakukan. Sebagai virus, PMK belum ada obatnya. Namun, vaksin dan booster-nya bisa mencegah, menguatkan imun, dan memperbaiki organ-organ hewan ternak.

"Sambil menunggu pembuatan vaksin, kita impor untuk daerah terkena PMK. Dan, untuk daerah yang tidak terkena, kita akan gunakan vaksin sendiri," ucap Nasrullah.

Berita Terkait : Raja Salman Masuk RS, Ini Riwayat Penyakitnya

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ikut turun tangan mengatasi masalah ini. Dia memastikan, jajarannya membantu pendampingan dan pengawasan terkait penanganan PMK pada hewan ternak. Instrumennya, Dinas Peternakan di daerah sebagai leading sector terkait adanya penyakit itu, dapat melakukan koordinasi dengan kepolisian setempat. Hal itu dalam rangka pengawasan agar tidak terjadinya penyebaran penyakit tersebut ke luar wilayah temuan.
 Selanjutnya