Dewan Pers

Dark/Light Mode

Bos Hipmi Teriak Lanjutkan, Lanjutkan, Jokowi Bilang Begini...

Jumat, 10 Juni 2022 22:22 WIB
Presiden Jokowi dalam perayaan HUT ke-50 Hipmi di Jakarta, Jumat (10/6). (Foto: YouTube)
Presiden Jokowi dalam perayaan HUT ke-50 Hipmi di Jakarta, Jumat (10/6). (Foto: YouTube)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi angkat bicara soal teriakan 'Lanjutkan' dari Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Mardani H Maming, dari atas panggung perayaan HUT ke-50 Hipmi di Jakarta, Jumat (10/6).

"Tadi banyak yang menyampaikan, “Lanjutkan, lanjutkan.” Hati-hati, ini tahun politik. Bapak-Ibu yang menyampaikan “Lanjutkan, lanjutkan", saya yang didemo. Kan sudah ada kejadiannya," ujar Jokowi dalam momen acara yang sama. 

Untuk diketahui, saat memberikan sambutan acara, Mardani memang melontarkan seruan "Lanjutkan, lanjutkan". 

Kalimat lengkapnya seperti ini: "Saya harus memberikan keyakinan kepada Bapak Presiden Joko Widodo, beliau adalah keluarga HIPMI, beliau adalah Presiden HIPMI pertama, apapun kebijakan beliau di 2024 kita keluarga HIPMI siap mendukung dan mengikuti apa pun petunjuk beliau. Lanjutkan, lanjutkan, lanjutkan!".

Berita Terkait : Jokowi: Jangan Biarkan Lahan Telantar, Kosong

Disebut begitu, Jokowi pun mengungkit pernyataan mantan Ketua Umum Hipmi, yang kini menjadi Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, dalam acara rilis temuan Survei Indikator Indonesia.

Bahlil mengatakan, para pelaku usaha di Indonesia menginginkan Pemilu 2024 ditunda. Mengingat situasi dunia usaha yang terpuruk dalam dua tahun terakhir, sudah mulai bangkit.

Besoknya, Jokowi didemo gede-gedean.

"Loh yang ngomong kan bukan saya, tapi yang didemo saya. Demo dong Pak Bahlil. Nanti ini sama. Kalau nggak saya jawab, nanti didemo Hipmi. Oh bukan Hipmi yang didemo, tapi saya. Hati-hati, sekali lagi ini tahun politik," tutur Jokowi.

Berita Terkait : Bareng Ganjar, Jokowi Rayakan Hasil Panen Ribuan Petani Perhutanan Sosial

"Tapi saya nangkap, yang dimaksud dilanjutkan itu adalah programnya. Pemimpinnya siapa pun terserah, tapi yang dilanjutkan adalah program-programnya, supaya ada kontinuitas, supaya ada keberlanjutan. Jangan sampai pemimpin satu sudah mengerjakan, tidak dilanjutkan oleh pemimpin berikutnya, ini yang bahaya," imbuhnya.

Situasinya, cenderung seperti itu. Mulainya dari TK terus. Sudah ke SMP, SMA, ganti pemimpin, mulai lagi dari TK lagi. Kapan kita akan sampai ke lulus universitas? Begitu kata Jokowi. 

Dia pun mengingatkan, seluruh negara saat ini menghadapi problem yang tidak enteng, bernama ketidakpastian.

Jokowi berpesan, jangan sampai ketidakpastian di Tanah Air bertambah. Karena Indonesia juga akan menyongsong Pemilu 2024.

Berita Terkait : Interpol Terbitkan Peringatan Kuning Pencarian Anak Ridwan Kamil

"Semua kepala negara, saya pastikan pusing semuanya. Urusan pemulihan ekonomi karena pandemi belum selesai, belum rampung, ditambah lagi perang di Ukraina. Jangan sampai, tambah lagi kita urusan di dalam negeri. Kita jaga betul bersama-sama, setuju?" tandas Jokowi. ■