Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tidak Suka Didikte Kekuatan Tertentu
- Hari Ke-6, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal di Selat Sunda
- Telkomsel Luncurkan Halo Optima Hadirkan Kuota Hingga 2.000 GB
- Luka Menalo Kecewa, Igor Tolic Minta Maaf
- Roll To Glory FIFA ASEAN Cup 2026 Meriahkan CFD Jakarta
Sebelumnya
Kasatgas Pangan Brigjen Wisnu Hermawan Februanto mengatakan, pandemi Covid-19 dan perang Rusia-Ukraina telah memukul sangat dalam seluruh sektor kehidupan.
Wisnu menilai, dengan penduduk yang besar Indonesia menghadapi tantangan ketahanan pangan yang berat. Beda dengan Singapura dan Malaysia yang penduduknya sedikit. Wisnu menyoroti kemampuan tehnologi dalam menjaga keamanan pangan di tanah air yang relatif berjangka pendek.
Baca juga : Livoli Divisi I Siap Gelar Kejurnas Tahunan Di Tabanan Bali
"Kita butuh teknologi untuk menjaga ketahanan pangan yang lebih lama," tuturnya.
Jika pangan tersedia dan terjangkau, Wisnu optimistis akan mempersempit keinginan seseorang melakukan tindak pidana. Untuk itu, Polri setiap hari memantau ketersediaan pangan di setiap daerah.
Baca juga : Binawan Berangkatkan 22 Tenaga Kesehatan Ke Kuwait
"Polri akan melakukan penindakan jika ada kelangkaan yang terjadi karena pelanggaran pidana," tegas Wisnu.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya