Dewan Pers

Dark/Light Mode

Binawan Berangkatkan 22 Tenaga Kesehatan Ke Kuwait

Rabu, 13 Juli 2022 14:48 WIB
Pelepasan 22 tenaga kesehatan ke Kuwait yang dilakukan Binawan. (Foto: Dok. Binawan)
Pelepasan 22 tenaga kesehatan ke Kuwait yang dilakukan Binawan. (Foto: Dok. Binawan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Binawan Group (Binawan) memberangkatkan 22 tenaga kesehatan ke Kuwait. Hal ini untuk memenuhi permintaan 330 tenaga kesehatan yang terdiri dari perawat di Kuwait Healthcare Institution dengan penempatan di Alorf Hospital Kuwait, Royal Hayat Hospital, dan NAS Clinic.

Tenaga kesehatan yang diberangkatkan itu sudah terlatih dan memenuhi standar kompetensi global. Dengan penempatan ini, Binawan telah berhasil memenuhi permintaan tenaga kesehatan dari negara-negara Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Arab Saudi. Pelepasan para tenaga kesehatan ini menjadi sangat spesial karena dihadiri Dubes RI untuk Kuwait Lena Maryana dan Chairman of Binawan Group Saleh Alwaini.

Berita Terkait : Jalin Kerja Sama, DKI Berikan Akses Pemodalan UMKM Kota Bekasi

Lena Maryana menyampaikan, job order di Kuwait cukup besar kompetensinya. “Tantangan yang kita hadapi adalah bagaimana memotong birokrasi sehingga permintaan besar di Kuwait ini bisa segera dipenuhi. Karena dari negara-negara lain kita juga punya saingan yang cukup banyak. Menurut saya, para tenaga kesehatan Indonesia ini tidak kalah dari negara-negara lainnya untuk memenuhi permintaan di Kuwait. Dengan bantuan Binawan dan juga dari pihak-pihak lain, mudah-mudahan permintaan job order dari Kuwait ini bisa segera dipenuhi,” ucapnya, seperti keterangan yang diterima redaksi, Rabu (13/7).

Bersama dengan lembaga-lembaga lain, International Healthcare Training Program (IHTP) melakukan kerja sama untuk merekrut tenaga kesehatan yang berminat bekerja di luar negeri. IHTP memberikan pelatihan untuk memenuhi standar internasional berupa kursus bahasa asing, matrikulasi kompetensi keperawatan, pelatihan berbagai spesialisasi khusus sesuai standarisasi yang dipersyaratkan lembaga pelayanan kesehatan di luar negeri. Para perawat tersebut juga diwajibkan mengikuti tes International Prometric. Terkait hal ini, Binawan juga menyelenggarakan persiapan untuk menghadapi tes tersebut.

Berita Terkait : Hati-hatilah Kelola Utang Ya!

Chairman Binawan Group Saleh Alwaini menyampaikan, untuk Kuwait, pihaknya memperoleh permintaan sebanyak 330 orang untuk perawat. “Permintaan itu telah dilegalisir dan resmi dari KBRI Kuwait. Kemudian, hari ini kita memberangkatkan 21 orang dan semalam sudah diberangkatkan 1 orang  dan jumlahnya menjadi 22 orang untuk tujuan Kuwait,” paparnya.

Dalam proses seleksi penempatan kerja di luar negeri, lanjutnya, dibutuhkan training. Binawan telah menyiapkan Binawan Training Center untuk para kandidat. Setelah itu, dilakukan lokal interview dan user interview langsung dari negara penempatan. Setelah lulus seleksi, akan ada proses dokumen dan visa.

Berita Terkait : Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Irsjam Persi DKI Gelar Seminar-Pelatihan Nasional

Dalam hal penempatan kerja tenaga kesehatan Indonesia ke luar negeri, Binawan tidak sendiri. Program ini terlaksana dengan dukungan penuh dari berbagai pemangku kepentingan. Binawan mendapatkan kepercayaan penuh dan kerja sama baik dengan Pemerintah Kuwait yang diwakili Duta Besar Kuwait dan sub-pemerintah Indonesia, yaitu perwakilan Duta Besar Indonesia di negara-negara penempatan kerja seperti UAE, Kuwait, Jepang, Jerman, dan Australia.

“Kami berterima kasih kepada KBRI di Kuwait yang dengan cepat melakukan tahapan-terhadap seluruh dokumen permintaan perawat kepada Binawan. Kami juga barus saja melepaskan 150 orang perawat ke Arab Saudi, dan telah dilepas oleh Ibu Menteri Ketenagakerjaan. Selanjutnya, kami pun telah memperoleh permintaan 500 orang perawat untuk Jerman dan 200 orang perawat untuk Inggris,” tutup Saleh Alwaini.■