Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Pasien Cacar Monyet Mau Isoman Di Rumah? Ini Syarat Yang Harus Dipenuhi
Minggu, 21 Agustus 2022 08:06 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Kesehatan telah mengumumkan satu kasus terkonfirmasi cacar monyet (monkeypox), Sabtu (20/8).
Kasus cacar monyet pertama Indonesia ini melibatkan seorang pria berusia 27 tahun, domisili di Jakarta, dan memiliki riwayat bepergian ke luar negeri.
Saat ini, pasien tersebut menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah. Bukan di rumah sakit.
Apa syarat yang harus dipenuhi pasien cacar monyet, agar dapat menjalani isoman di rumah?
Baca juga : Jubir Kemenkes: Penularan Cacar Monyet Melalui Kontak Langsung
Terkait hal ini, mantan Direktur WHO Prof. Tjandra Yoga Aditama menjelaskan, ada tiga pertimbangan yang harus dipenuhi pasien cacar monyet, untuk menentukan di mana ia akan menjalani isoman.
"Pertama, seberapa berat keluhan dan gejala yang dialami. Kedua, keadaan kesehatan atau faktor risiko yang memungkinkan penyakitnya menjadi lebih berat. Ketiga, jaminan untuk meminimalisir kemungkinan penularan ke orang lain, kalau dia diisolasi di rumah," papar Prof. Tjandra dalam keterangannya, Minggu (21/8).
Kalau keputusan akhirnya adalah untuk dilakukan isolasi di rumah, seperti halnya kasus pertama cacar monyet di Tanah Air, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan enam hal. Berikut rinciannya:
1. Gunakan kamar mandi terpisah, atau bersihkan kamar mandi dan toilet setiap kali habis dipakai.
Baca juga : Franda Suka Baca Buku Dan Nikmati Wewangian Saat Santai
2. Bersihkan benda-benda yang dipegang pasien dengan air dan sabun atau desinfektan.
"Jangan gunakan alat penghisap (vacuum) untuk membersihkan. Karena, partikel virus justru dapat menyebar dan menimbulkan penularan," terang Prof. Tjandra, yang juga menjabat Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI/Guru Besar FKUI.
3. Gunakan alat makan, handuk, seprai dan lain-lain yang terpisah. Jangan digunakan bersama orang sehat di rumah.
4. Pasien baiknya mencuci sendiri pakaian, seprai, handuk dan peralatan lain yang digunakan. Cara mencucinya, jangan terlalu banyak dikucek. Cuci dengan air hangat di atas 60 derajat Celsius.
Baca juga : Lagi, Fury Mau Gantung Sarung Tinju
"Kalau yang terpaksa mencuci adalah orang lain, maka pencuci harus memakai masker dan sarung tangan," ujar Prof. Tjandra.
5. Bukalah jendela kamar. Agar terjadi pertukaran udara dengan baik.
6. Anjurkan semua orang di rumah untuk selalu mencuci tangan dengan air dan sabun, atau hand sanitizer.
"WHO juga menyebutkan, isolasi perlu dilakukan sampai seluruh kelainan kulit sudah lepas dan baik. Serta lapisan kulit baru di bawahnya sudah mulai terbentuk," pungkas mantan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes). ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya