Dewan Pers

Dark/Light Mode

INTI Cloud System Jadi Solusi

Moeldoko: Siapa Pun Yang Ganggu Kedaulatan Data, Jangan Dikasih Ampun

Jumat, 16 September 2022 09:41 WIB
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko bersama Kepala BSSN Letjen TNI (Purn) Hinsa Siburian, Direktur Utama PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) Edi Witjara, dan CEO PT Dekstop IP Teknologi Indonesia Phidi Soepangkat, membahas kondisi kondisi keamanan siber nasional, Kamis (15/9). (Foto: KSP)
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko bersama Kepala BSSN Letjen TNI (Purn) Hinsa Siburian, Direktur Utama PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) Edi Witjara, dan CEO PT Dekstop IP Teknologi Indonesia Phidi Soepangkat, membahas kondisi kondisi keamanan siber nasional, Kamis (15/9). (Foto: KSP)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyampaikan peringatan keras terkait peretas dengan identitas Bjorka.

Menurutnya, siapa pun yang mengganggu kedaulatan data Indonesia harus ditindak tegas.

"Jangan dikasih ampun. Kedaulatan data di ruang siber adalah perpanjangan tangan dari kedaulatan negara. Kita tidak boleh abai mengatasi ini. Kalau kita abai, kita dianggap lemah,” tegas Moeldoko di Gedung Bina Graha Jakarta, Jumat (16/9).

Berita Terkait : Sistem Siber Terintegrasi, Telkom Pastikan Keamanan Data Pelanggan

Terkait hal tersebut, Moeldoko telah menggelar pertemuan dengan Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Letjen TNI (Purn) Hinsa Siburian, Direktur Utama PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) Edi Witjara, dan Phidi Soepangkat, CEO PT Dekstop IP Teknologi Indonesia, perusahaan penyedia perangkat lunak untuk penyimpanan data.

Pertemuan tersebut membahas tentang kondisi keamanan siber nasional, dan upaya pengembangan cloud system lokal buatan anak negeri bersertifikasi BSSN.

"Kasus kebocoran data yang terjadi saat ini, menjadi momentum bagi pemerintah untuk membenahi keamanan siber Indonesia. Dengan memaksimalkan teknologi anak negeri, dan melibatkan para talenta yang menguasai bidang tersebut," tutur Moeldoko.

Berita Terkait : Jokowi: Terima Kasih Pak Tani

Panglima TNI 2013-2015 ini menilai, kasus kebocoran data yang dilakukan peretas dengan identitas Bjorka, menjadi sinyal nyata bagi pemerintah, untuk berbenah diri dan mengatur ulang prioritas keamanan dan perlindungan privasi.

“Kita punya teknologinya. Kita juga punya talenta-talenta yang ahli di bidang keamanan siber. Mari kita gerakkan sumber daya itu, untuk membangun pondasi. Demi mewujudkan kedaulatan keamanan siber nasional,” papar Moeldoko.

“Teknologi anak bangsa, tidak hanya membuat data kita aman, tetapi juga bisa kita kontrol,” imbuhnya.

Berita Terkait : KBRI Bandar Seri Begawan Gelar Donor Darah Dan Layanan Kesehatan Gratis Bagi WNI Di Brunei

Sementara itu, Direktur Utama PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) Edi Witjara mengatakan, pihaknya telah melakukan inovasi dan mengembangkan sebuah cloud system lokal, yang diberi nama INTI cloud system.

INTI cloud system, merupakan platform layanan cloud dan blokchain inovasi dalam negeri, yang sudah dilengkapi dengan keamanan siber. Hasil kerja sama pengembangan dengan BSSN.

“Harapannya, bisa menjadi kebanggaan keamanan siber nasional,” ujar Edi. ■