Dewan Pers

Dark/Light Mode

Tangkal Krisis Pangan, Kementan Diminta Optimalkan Produktivitas Petani

Selasa, 22 November 2022 16:16 WIB
Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko mengunjungi pasar tradisional Los 3000 di Kep. Riau, Selasa (22/11) untuk melihat situasi harga dan memprediksi kondisi inflasi di lapangan.
Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko mengunjungi pasar tradisional Los 3000 di Kep. Riau, Selasa (22/11) untuk melihat situasi harga dan memprediksi kondisi inflasi di lapangan.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko terus mengingatkan semua pihak untuk mulai jeli memanfaatkan situasi-situasi yang menguntungkan bagi kegiatan tanam pangan.

Ia juga mengimbau Kementerian Pertanian untuk terus mengoptimalkan produktivitas petani di tengah kondisi cuaca yang baik bagi peningkatan cadangan pangan.

"Kita perlu optimalkan kondisi cuaca yang berjalan saat ini dan kita harus optimalkan petani kita. Menteri Pertanian harus optimalkan momentum yang baik ini untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Karena nanti kalau sudah memasuki musim kering atau musim banjir, pasti banyak resiko gagal panen," kata Moeldoko di sela-sela kunjungan kerjanya ke Batam, Kep. Riau, Selasa (22/11).

Berita Terkait : Lestari: Hadapi Persaingan Global, Maksimalkan Pemberdayaan Perempuan

Sementara itu, Moeldoko sendiri tidak mengingkari bahwa masyarakat masih kesulitan untuk mendapatkan pupuk anorganik karena harga pupuk kimia yang sangat mahal. Oleh karenanya, Ia kembali mengimbau agar distribusi pupuk mulai dibenahi.

"Distribusi pupuk harus terkontrol dengan baik. Kita selaku pemerintah juga harus pastikan distribusi pupuk mengalir tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat jumlah," imbuhnya.

Di sisi lain Moeldoko juga mengimbau agar petani berinovasi, berimprovisasi dan kreatif dalam menghadapi situasi yang sulit. Salah satunya,  dengan mulai menggeser penggunaan anorganik menuju pupuk organik.

Berita Terkait : Sebuah Karya Sangat Rentan Dicuri Di Ruang Digital, Ini Cara Menghindarinya

"Untuk meningkatkan produktivitas petani, sudah menjadi domain Menteri Pertanian juga untuk menggerakkan para penyuluh pertanian dan pendampingan di lapangan," kata Purnawirawan Panglima TNI tersebut.

"Pemerintah pusat sudah menggelontorkan sejumlah dana untuk KUR, maka ini juga perlu didorong oleh pemerintah daerah. Masih banyak keluhan dari petani yang kesulitan mendapat kredit, jadi pemda harus turun tangan beri kemudahan," pungkasnya.

Dalam kunjungan kerjanya, Moeldoko mengunjungi pasar tradisional Los 3000 di Batam untuk melihat situasi harga dan memprediksi kondisi inflasi di lapangan.■