Dewan Pers

Dark/Light Mode

Rapat Bareng Peternak

Mendag Zulhas Ingatkan Kestabilan Pangan Dan Kecukupan Protein Untuk Warga RI

Kamis, 24 November 2022 18:20 WIB
Menteri Perdagangan (Mendag RI) Zulkifli Hasan atau biasa disapa Zulhas, bertemu dengan perwakilan Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU), Kamis (24/11).  (Foto: Ist)
Menteri Perdagangan (Mendag RI) Zulkifli Hasan atau biasa disapa Zulhas, bertemu dengan perwakilan Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU), Kamis (24/11). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Perdagangan (Mendag RI) Zulkifli Hasan atau biasa disapa Zulhas, bertemu dengan perwakilan Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU), Kamis (24/11).

Dalam pertemuan dengan GPPU, Mendag Zulhas menekankan pentingnya alokasi impor Grand Parent Stock atau GPS untuk pengusaha UMKM. Tak hanya itu, dia, juga mengingatkan soal ketersedian pasokan.

"Alokasi impor Grand Parent Stock (GPS) untuk pengusaha UMKM. Jaminan pasokan cukup untuk kestabilan pangan dan kecukupan protein bagi warga Indonesia" kata Mendag Zulhas dalam pertemuan itu.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional atau PAN ini menekankan pentingnya perencanaan dan pengelolaan prima hingga minimalisir gagal usaha saat pertemuan dengan GPPU.

Berita Terkait : Blusukan Bareng Mendag Zulhas, Heru Pastikan Stok Beras Di Jakarta Melimpah Dan Murah

"Perencanaan dan pengelolaan prima hingga meminimalisir gagal usaha," bebernya.

Dalam pertemuan tersebut, Mendag Zulhas juga meminta peternak ikut menjaga stabilitas harga ayam. "Meminta komitmen anggota GPPU untuk membantu Pemerintah dalam menjaga stabilitas harga yang wajar untuk produk hasil (daging ayam ras dan telur ayam ras) dan input produksi (DOC/bibit dan pakan) baik di tingkat eceran/konsumen maupun di tingkat peternak/produsen," ungkap Mendag Zulhas.

Mendag Zulhas juga berharap anggota GPPU melaksanakan kebijakan pengaturan populasi (cutting produksi) dengan penuh kejujuran dan sungguh-sungguh apabila diinstruksikan oleh kementerian dan lembaga (K/L) terkait.

"Kemendag akan mengevaluasi permohonan Persetujuan Impor anggota GPPU apabila tidak memegang teguh komitmen untuk menjaga dan menciptakan iklim usaha perunggasan yang kondusif," terangnya.

Berita Terkait : Sebentar Lagi, Banyak Orang Pindahkan Mata Pencaharian Dan Kehidupan Sosialnya Ke Metaverse

Pertemuan antara Mendag Zulhas dan GPPU dilatarbelakangi harga ayam ras di tingkat peternak yang sangat fluktuatif dan sering berada di bawah harga pokok produksi (HPP). Harga ayam di pasar Rp 32.000 per kilogram (kg), seharusnya Rp 35.000 per kg.

"Hal ini disinyalir dikarenakan tidak seimbangnya supply-demand, surplus pasokan yang berlebih, sekitar 1 miliar ekor atau setara 1 juta ton dalam setahun," jelas Mendag Zulhas.

Surplus  yang dimaksud belum dapat diakomodir dengan sarana dan prasarana pasca panen yang memadai, seperti Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) dan cold storage yang tidak mencukupi.

Saat ini, seluruh perusahaan integrator hanya memiliki cold storage dengan kapasitas sekitar 30 ribu ton, serta RPHU sekitar 1 juta ekor/hari.

Berita Terkait : Siap Bina Atlet, Zulfydar Ingin Bola Tangan Masuk PON

"Produksi dan pasokan pada tahun berjalan sebagian besar merupakan dampak dari importasi Grand Parent Stock (GPS / indukan kakek-nenek) pada 2 tahun sebelumnya, di mana alokasi importasi ditetapkan oleh Kementan melalui rekomendasi teknis (sebagian besar importir merupakan anggota GPPU)," tandasnya.
 Selanjutnya